Upacara Bendera Peringati Hari Guru Nasional Tahun 2019

Hits: 64

Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional, Senin 25 November 2019 Balai Arkeologi Sumatera Utara selenggarakan Upacara Bendera,  dilaksanakan di halaman kantor berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat. Upacara diikuti oleh  jajaran pegawai Balai Arkeologi Sumatera Utara.

Pada kesempatan ini bertindak sebagai pembina upacara Kepala Balai Arkeologi Sumatera Utara Dr.  Ketut Wiradnyana M.Si, ajudan pembina upacara Tony Stefanus Sitorus, pemimpin upacara Sopingi Silalahi, pengibar bendera  Rudi Hartono, Primawan, Siti Sarah Sabrina, pembawa acara Sri Elfina Panjaitan, ST, pembaca pembukaan UUD 1945 Lolita Refani Lumban Tobing, S. Hum, dan pemimpin lagu Elisabeth Yuniati, A.Md, serta pembawa do’a Ali Ma’ruf.

Adapun tema penyelenggaraan upacara adalah Guru Penggerak Indonesia Maju” tema ini diambil dari surat edaran atau amanat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada upacara peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2019 sebagai dasar penyelenggaraan instansi pusat dan deerah yang diselenggarakan serentak di seluruh instansi dan sekolah di wilayah Indonesia dengan ketentuan untuk instansi, pembina upacara mengenakan pakaian sipil lengkap (PSL) dan peserta upacara mengenakan seragam korpri.

Dalam penyelenggaraan upacara Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (HUT PGRI) atau yang dikenal Hari Guru Nasional, Mari sejenak kita renungkan bersama dibalik peran guru dalam perjalanan bangsa Indonesia sungguh besar dan sangat menentukan sejak masa penjajahan, dimana guru selalu menanamkan kesadaran akan harga diri sebagai bangsa dan menanamkan semangat nasionalisme kepada peserta didik dan masyarakat. Pada tahap awal kebangkitan nasional para guru aktif dalam organisasi pemuda pembela tanah air dan pembina jiwa serta semangat para pemuda pelajar nusantara. Maka dari itu sudah sepantasnyalah kita dapat mengahargai jasa para guru baik yang sudah tiada maupun yang masih aktif mengajar. Dengan mengahargai guru yang sudah memberikan ilmu kepada kita baik ilmu agama dan pengetahuan umum, maka berkah dan manfaat dari ilmu itu sendiri mudah-mudahan akan terus melekat dalam diri kita, sehingga kita menjadi pribadi yang pintar, benar, baik dan bijak dalam menjalani kehidupan kita sekarang dan masa yang akan datang.

Melalui peringatan ini pula, mudah-mudahan tidak ada lagi kasus- kasus sosial yang menyayat hati seperti murid menganiaya guru ataupun sebaliknya, karena guru mempunyai khasanah makna yang indah untuk dipahami bersama yaitu digugu dan ditiru walaupun disatu sisi kami juga menyadari tidak ada seorang guru pun yang sempurna sebagai pendidik namun realitanya tiada seorangpun yang pintar, mahir dan pandai tanpa bimbingan dari seorang guru.  

Selamat Hari Guru Nasional Tahun 2019, semoga jasa-jasamu mendapat pahala yang berlipat, dan menjadi garda terdepan dalam memajukan generasi bangsa yang mampu bersaing di kancah gelobal untuk mengharumkan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Berikut ketika upacara peringatan Hari Guru Nasional ke-74 yang dilaksanakan di halaman kantor Balai Arkeologi Sumatera Utara pada Senin, 25 November Tahun 2019 berlangsung.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *