Temuan Arkeologi Ceruk Mendale, Pinus Mercusi di Gayo Merupakan Tanaman Purba

Hits: 12

Repost

Bukti-bukti kepurbaan Pinus ditemukan oleh Tim Peneliti dari Balai Arkeologi Medan pimpinan Dr Ketut Wiradnyana,MSi.

Laporan Fikar W Eda | Aceh Tengah 

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON – Tanaman Pinus Mercusi yang tumbuh dan hidup di kawasan Dataran Tinggi Gayo merupakan tanaman purba.

Mereka juga meneliti tentang Ceruk Mandale.

“Kami menemukan beberapa jenis fosil tanaman, setelah diteliti ternyata Pinus sp Penelitian arkeologi  di sejumlah loyang atau goa di Aceh Tengah, seperti Loyang Mendale, Ujung Karang, Pukes, Loyang Muslimin. 

Begitu juga di Loyang Kaming, Loyang Koro, juga menemukan bukti bahwa ditemukan beberapa jenis tanaman yang pernah hidup di era Gayo Prasejarah.

Selain Pinus sp, juga ada gramineae atau tanaman jenis padi-padian,  Magnolia sp, Brawnlowia sp, serta beberapa jenis bunga; Abutilon sp,  Amaranthus sp, Protoeaceae, Compositae.

Saya tidak tahu apakah bunga-bunga masih hidup sampai sekarang. Kalau Pinus masih banyak kita temukan,” kata Dr Ketut Wiradnyana.

Ir Soelistyo, sarjana kehutanan Universitas Mulawarman, yang pernah melakukan penelitian tentang Pinus Mercusi menyebutkan, bahwa Pinus Mercusi adalah tanaman asli dari Gayo dan hanya ditemukan di Gayo.

“Banyak jenis Pinus, tapi khusus Pinus Mercusi hanya ada di Gayo,” tukas Ir Soelistyo, salah seorang teman akrab Presiden Joko Widodo saat sama-sama bekerja sebagai karyawan BUMN PT Kertas Kraft Aceh (KKA). 

Pria yang akrab disapa Pak Sulis dan sudah berusia 64 tahun ini, mengatakan, informasi lengkap tentang sejarah dan asal muasal Pinus Mercusi tertera dalam banyak literatur yang bisa ditemukan di perpustakaan Fakultas Kehutanan.

“Ada di di IPB, UGM dan sebagainya. Baca saja di sana, bukunya tebal,” kata Pak Sulis.
Ia mengatakan banyak yang tidak mengetahui sejarah Pinus Mercusi sebagai salah satu tanaman asli dan berasal dari Dataran Tinggi Gayo.

Saat mengetahui temuan arkeologi yang dilakukan Balai Arkeologi Medan, Pak Sulis makin mengerti kenapa Pinus Mercusi berasal dari Gayo.

“Ternyata Pinus memiliki jejak sejak Gayo Prasejarah,” ujarnya di Bener Meriah, Rabu (16/6/2021).

Ia menyarankan agar pemerintah merawat taman arboretum yang berisi tanaman Pinus dari berbagai negara. “Dari segi pariwisat, itu adalah objek wisata menarik,” katanya.

Taman Arboretum Bener Meriah terletak di Desa Baleatu Kecamatan Bukit. Taman Arboretum itu ditanam oleh Jokowi saat menjadi karyawan di PT KKA. 

Ceruk Mandale

Sebelumnya diberitakan Plt Bupati Bener Meriah, Dailami menyebut temuan arkelogi Ceruk Mendale membuka jendela informasi tentang jejak muasal orang Gayo yang sudah mendiami kawasan itu sejak 8.400 tahun lalu.

Secara khusus Plt Bupati  Bener Meriah Dailami memberi apresiasi tinggi terhadap hasil penelitian oleh Balai Arkeologi Medan pimpinan Dr Ketut Wiradnyana yang sekaligus Ketua Tim Peneliti Ceruk Mendale.

“Kami sangat mengapresiasi penelitian itu dan mengungkap jejak kehidupan Gayo Prasejarah.

Kami akan menindak lanjuti temuan itu dengan sejumlah program yang sedang kami susun, tentu kami akan berkomunikasi intensif dengan Balai Arkeologi Medan,” ujar Dailami.

Ia secara khusus pula menyampaikan ucapan peringatan Hari Purbakala Nasional 2021 yang direkam dalam bentuk video singkat.

“Hari Purbakala bagi kami sekaligus memaknai temuan Ceruk Mendale,” demikian Plt Bupati Bener Meriah Dailami.

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Mursal Ismail



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *