Temu Ilmiah Arkeologi Hadirkan Profesor Bungaran Antonius Simanjuntak Sebagai Narasumber

Hits: 79

Balai Arkeologi Sumatera Utara menggelar Temu Ilmiah Arkeologi berlangsung di ruang pertemuan pada Selasa, 18  Februari 2020 pukul 09.00 WIB. Kegiatan ini menghadirkan  Prof. Bungaran Antonius Simanjuntak, Guru Besar Universitas Negeri Medan sebagai narasumber. Hadir dalam kegiatan ini Drs. Yance, M.Si Dosen Universitas Sumatera Utara, Drs. Teguh Hidayat, M.Hum Subbagian Tata Usaha Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumatera Barat (BPCB Sumbar), Thompson Hutasoit penggagas diskusi forditas, jajaran pegawai Balar Sumut dan mahasiswa jurusan Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Pendidikan Universitas Sumatera Utara (FISIP USU).

Selama kurang lebih dua jam, Profesor BAS, demikian beliau biasa dipanggil, menjelaskan mengenai prinsip-prinsip dasar penyusunan proposal penelitian. Dalam menyusun penelitian dibutuhkan driving forces atau gejala dan kekuatan yang mendorong dilakukannya penelitian. Gejala-gejala ini membutuhkan indikator yang dapat diukur.

Kemudian setiap penelitian membutuhkan teori. Teori menjadi landasan pemikiran untuk menjelaskan gejala-gejala yang ditemukan sebelum penelitian. Teori hanya dapat diperoleh dengan banyak membaca buku, skripsi, tesis, disertasi, ataupun laporan penelitian.

Berdasarkan jenis datanya, penelitian terbagi menjadi dua, yaitu penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. Kedua penelitian ini sebaiknya dilakukan secara berimbang karena keduanya bersifat mendukung satu sama lain. Penelitian kuantitatif baik untuk dijadikan penelitian pendahuluan, namun untuk menjawab permasalahan, dibutuhkan penelitian kualitatif karena penelitian kualitatif mampu menggali informasi dengan lebih dalam.

Analisis penelitian ada yang bersifat deskriptif, namun ada pula yang bersifat diagnostik/ analitis. Penelitian yang bersifat deskriptif hanya menggunakan satu variable dan sifatnya hanya menjelaskan data yang sudah dimiliki. Sementara penelitian yang bersifat analitis menggunakan dua variable atau lebih untuk saling menghubungkan data-data yang dimiliki. Di dalam teori biasanya terdapat variable. Variabel terdiri atas 2 jenis, yaitu variable independent (variable yang mempengaruhi) & variable independent (variable dipengaruhi). Diantara variable independent dan dependent terdapat pula variable moderator. Variabel harus diberi batas karena tidak semua data dapat digunakan untuk mencapai tujuan penelitian.

Berikut ketika Temu Ilmiah Arkeologi berlangsung di ruang pertemuan pada Selasa, 18  Februari 2020.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *