Sosialisasi Kebijakan Jabatan Fungsional Peneliti Dilingkungan Kemdikbud

Hits: 662

Senin 19 Agustus 2019, Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemdikbud mengadakan Sosialisasi Kebijakan Jabatan Fungsional Peneliti di Lingkungan UPT Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tepatnya di Balai Arkeologi Sumatera Utara. Sosialisasi Aturan Peneliti Terbaru yakni Permenpan RB nomor 34 tahun 2018 tentang Jabatan Fungsional Peneliti, Peraturan LIPI nomor 14 tahun 2018 tentang Juknis Jabatan Fungsional Peneliti, dan Peraturan BKN nomor 9 tahun 2019 tentang Pembinaan Jabatan Fungsional Peneliti.

Pada kegiatan ini selain dihadiri peneliti dilingkungan Balai Arkeologi Sumatera Utara, juga dihadiri peneliti dari instansi lain seperti Balai Bahasa Sumatera Utara, Balai Pelestarian Nilai Budaya Aceh, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Utara dan Balitbang Kota Medan. Kegiatan ini diawali dengan pembukaan oleh Kabalar Dr. Ketut Wiradnyana, M.Si dilanjutkan pemaparan oleh Sekbalitbang Kemdikbud Ir. Dadang Sudianto, MA.

Beberapa poin penting dalam pemaparannya yang kami peroleh diantaranya :
Syarat Jabatan Peneliti berdasarkan Permenpan RB 34 tahun 2018 dan Peraturan LIPI no 14 tahun 2018:

1.Angka Kredit

Selain pemenuhan angka kredit kumulatif, Peneliti juga dikenakan kewajiban angka kredit tahunan sebagai berikut:

  1. Peneliti setiap tahun wajib mengumpulkan Angka Kredit (AK) dari unsur diklat, tugas jabatan, pengembangan profesi, dan unsur penunjang dengan jumlah paling sedikit 10 AK untuk Peneliti Ahli Pertama, 15 AK untuk Peneliti Ahli Muda, 20 AK untuk Peneliti Ahli Madya, dan 25 AK untuk Peneliti Utama.
  2. AK pada poin 1 adalah syarat minimal, untuk kenaikan pangkat dan jenjang tetap berdasarkan jumlah AK minimal setiap jenjang.
  3. Pemenuhan AK diperoleh dari keluaran pada tahun berjalan, dan belum pernah diajukan sebelumnya.
  4. Pemenuhan AK bagi Peneliti yang diangkat pada tahun berjalan, diperhitungkan secara proporsional (X / 12 x 1) atau dapat dimulai pada tahun berikutnya sesuai ketentuan.
  5. Pemenuhan AK Tahunan dituangkan dalam Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) yang disetujui dan ditetapkan oleh atasan Peneliti ybs

2.Hasil Kerja Minimal

  1. Menguasai kompetensi teknis, manajerial, dan sosialkultural.
  2. Memenuhi HKM sebagai berikut (tabel terlampir) HKM sebagai syarat masuk dalam jenjang JF Peneliti wajib dipenuhi sebelum menjadi Peneliti pada jenjang tersebut.
  3. HKM dipenuhi dalam periode 4 tahun.
  4. Apabila dalam kurun waktu 1 periode belum memenuhi HKM, diberikan tambahan waktu 1 periode dengan ketentuan HKM diperhitungkan sejumlah 2 periode (total HKM menjadi akumulasi 2 periode).
  5. Peneliti diberhentikan apabila tidak dapat memenuhi syarat di atas.

3.Kualifikasi Pendidikan

  1. Peneliti Ahli Pertama sampai Ahli Madya dapat diberikan kenaikan pangkat sampai dengan pangkat paling tinggi pada jenjang yang didudukinya dan apabila akan melaksanakan kenaikan jenjang jabatan satu tingkat lebih tinggi harus memiliki ijazah S-2 (Strata-Dua).
  2. Peneliti yang telah menduduki jenjang jabatan Ahli Utama dengan pendidikan S1 (Strata-1) dan S2 (Strata-2), tetap dapat melaksanakan tugasnya sebagai Peneliti pada jenjang jabatan yang didudukinya dan apabila akan melaksanakan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi, harus harus memiliki ijazah S-3 (Strata-Tiga).
  3. Peneliti yang belum memiliki ijazah sesuai dengan ketentuan di atas diberhentikan dari jabatannya

4.Status Jabatan Peneliti

Dalam sesi ini dipaparkan tentang Petunjuk Teknis (Juknis) Jabatan Fungsional Peneliti mulai dari peneliti ahli pertama sampai peneliti utama.

Demikian beberapa poin penting yang dapat kami paparkan dalam kegiatan Sosialisasi Kebijakan Jabatan Fungsional Peneliti, harapannya kedepan peneliti dapat lebih maksimal dalam menjalankan tugasnya, dengan adanya peraturan ini semakin termotivasi dan memacu kreativitasnya, dan dapat menegakkan standar profesional dan kaidah etika dalam penelitian, serta mempunyai strategi khusus untuk memenuhi tuntutan dan tanggungjawabnya.

Berikut ketika Sosialisasi Kebijakan Jabatan Fungsional Peneliti yang diadakan oleh Balitbang Kemdikbud di Balai Arkeologi Sumatera Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *