Situs Loyang Mendale

Hits: 498

Loyang Mendale ini berada di Mendale, Kecamatan Kebayakan. Situs ini berada pada salah satu lereng bagian utara Danau Lut Tawar berjarak ¬ + 200 m dari danau dengan beda tinggi 12 meter. Situs ini terdiri atas empat ceruk yang berderet tenggara—baratlaut dan pada beberapa bagian telah mengalami kerusakan karena pengeboman pada saat pembuatan jalan. Sedikit bagian yang terselamatkan adalah bagian yang dahulunya berada 20 meter dari ruas jalan atau bagian dari belakang gua (Wiradnyana dan Setiawan, 2011). Bukti adanya pemanfaatan gua ini sebagai lokasi hunian pada masa lalu terutama pada masa neolitik, ada temuan beliung persegi dan tembikar/gerabah. Penelitian pada situs ini telah menemukan manusia pendukungnya yang pemakamannya ditindih dengan batu pada bagian sebelah barat dari gua ini.

Pada tahun 2007 tim peneliti melakukan survey arkeologi dan menemukan adanya temuan pecahan gerabah dan pecahan tulang. Di tahun 2009, tim peneliti melakukan penelitian arkeologi ke situs ini kemudian membuka 4 kotak ekskavasi dan memperoleh temuan-temuan yang menunjukkan ceruk ini pernah menjadi lokasi hunian. Alat-alat yang di temukan pada ekskavasi 2009 antara lain beliung persegi, calon persegi, pecahan-pecahan gerabah, tulang-tulang binatang dan cangkang kerang laut maupun darat.

Di tahun 2010, beberapa data baru di temukan. Adanya temuan-temuan alat-alat batu mesolitik sperti serpih dan kapak batu sumatralith di temukan pada kotak ekskavasi pada kedalaman lebih dari 1 meter. Pada penelitian selanjutnya yaitu tahun 2011, 2012 dan 2013 juga memperoleh temuan seperti sebelumnya. Namun, pada tahun 2010 ditemukan rangka manusia, pada tahun 2011 ditemukan 3 rangka manusia yang sudah tidak utuh lagi dan 4 rangka manusia ditemukan pada tahun 2012. Rangka-rangka manusia ini ditemukan pada kedalaman yang berbeda-beda, paling dangkal ditemukan pada kedalaman 20cm dan paling dalam adalah 200cm dari permukaan tanah sekarang.

Temuan lain yang banyak ditemukan di situs ini adalah pecahan-pecahan gerabah, fragmen tulang binatang, fragmen cangkang kerang laut dan alat-alat batu dari masa neolitik dan mesolitik.

Pecahan-pecahan gerabah ditemukan pada lapisan atas hingga kedalaman 60cm. gerabah di Loyang mendale ini ada beberapa yang memiliki fungsi khusus, yaitu sebagai bekal kubur yaitu gerabah putih merah (red painted poetry). Ukurannya bermacam-macam. Gerabah ini mempunyai kesamaan dengan temuan di situs-situs penguburan di Thailand.

Temuan alat-alat batu ditemukan pada lapisan atas hingga kedalaman 60cm untuk beliung persegi dan temuan neolitik dan masa setelahnya. Temuan alat-alat batu mesolitik berupa kapak batu,sumatralith, batu pukul, serpih dan juga serut. Bahan alat-alat batu mesolitik adalah batu kali (andesit). Hingga saat ini, lokasi tersebut masih diteliti lebih lanjut.

Galeri:

Tidak ada galeri yang dipilih atau galeri itu dihapus.

 

Lokasi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *