Rumah Peradaban Padang Lawas Utara

Hits: 73

Rumah Peradaban Padang Lawas Utara merupakan kegiatan tahap kedua yang diselenggarakan oleh Balai Arkeologi Sumatera Utara tahun 2020. Dimana kegiatan pertama dilaksanakan di Kabupaten Samosir pada bulan Agustus sedangkan Rumah Peradaban Padang Lawas Utara dilaksanakan di Aula Pertemuan Hotel Mitra Indah, Kabupaten Padang Lawas Utara pada Kamis, 24 September 2020.

Masih seperti pelaksanaan RP pertama yang mengalami perubahan dalam skema pelaksanaannya karena masih dalam masa pandemi covid19 Rumah Peradaban Padang Lawas Utara tidak dihadiri oleh siswa namun dihadiri oleh tenaga pendidik tingkat tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kegiatan ini dihadiri oleh lima (5) orang dari Dinas Pendidikan dan lima (5) orang dari Dinas Pariwisata Kabupaten Padang Lawas Utara, empat puluh (40) orang  tenaga pendidik/guru di wilayah Kabupaten Padang Lawas Utara yang terdiri dari dua puluh (20) orang tenaga pendidik/guru Sekolah Dasar (SD) dan  dua puluh (20) orang tenaga pendidik/guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah Kabupaten Padang Lawas Utara.

Dalam kesempatan ini narasumber yang dihadirkan sebanyak empat (4) orang, antara lain mewakili Balai Arkeologi Sumatera Utara, Dr. Ery Soedewo, M. Hum, dan Andri Restiyadi, MA. Kepala Dinas Pariwisata Ibu Eva dan Kasi Kurikulum dan Penilaian SMP Syaiful R. Pohan, ST.

Kepala Balai Arkeologi Sumatera Utara Dr. Ketut Wiradnyana, M.Si membuka kegiatan ini dan menyampaikan bahwa penyelenggaraan kegiatan rumah peradaban ini pertama kali digelar di daerah Padang Lawas Utara, kegiatan ini merupakan kegiatan nasional yang dilakukan oleh seluruh Balai Arkeologi dalam menyebarluaskan hasil penelitian arkeologi kepada masyarakat, khususnya anak sekolah dari tingkat SD, SMP dan SMA. Namun karena masih dalam masa pandemic maka kegiatan ini berubah dan melibatkan tenaga pendidik/guru dalam pelaksanaannya dengan tujuan agar setelah mengikuti kegiatan ini dapat menyampaikan informasi yang disampaikan oleh para narasumber dengan bahasa yang mudah dicerna oleh anak-anak. Setelah selesai pembukaan kegiatan dilanjutkan penyerahan alat peraga berupa miniature Candi Bahal I, standing banner, dan goodiebag oleh Kabalar kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Dinas Pariwisata.

Kemudian memasuki pemaparan materi diawali oleh narasumber yang mewakili Kasi Kurikulum, beliau mewakili Kepala Dinas Pendidikan Padang Lawas Utara yang berhalangan hadir dan menyampaikan pelajaran SMP di kurikulum 2013 condong ke ekonomi dan geografi, sedangkan mata pelajaran sejarah hanya memproleh porsi seperempat, untuk tingkat SD hanya tersedia di kelas 4,5, dan 6, sehingga saya merasa kegiatan semacam ini sangat bermanfaat, semoga acara yang diselenggarakan oleh Balar Sumut dapat memperkaya referensi pengetahuan dan mengembangkannya sebagai bahan ajar bagi para guru. Terkait penyaluran buku pengayaan ke depan mungkin dapat didistribusikan oleh Kantor Dinas Pendidikan Paluta kepada sekolah-sekolah yang ditunjuk.

Selanjutnya pemaparan materi narasumber kedua oleh Kepala Dinas Pariwisata Padang Lawas Utara menyampaikan terima kasih kepada Balar Sumut telah melaksanakan kegiatan Rumah Peradaban di Padang Lawas Utara pada Tahun 2020 ini, mengenai situs-situs sejarah, arkeologi dan cagar budaya yang ada di daerah Padang Lawas Utara dan kaitannya dengan pariwisata kami mengharapkan dari Ka.Balar dan Narasumber untuk lebih diperhatikan lagi peninggalan arkeologis yang ada di Paluta yang sudah kami lakukan pendataan, kami akan mengembangkan cagar budaya ini sebagai obyek pariwisata di daerah Paluta, Kami sudah melakukan pendataan benda-benda peninggalan cagar budaya berupa meriam dan pedang, mungkin dapat dijelaskan lebih lanjut oleh Narasumber dari Balar Sumut. Dinas Kebudayaan akan bekerjasama dengan tim ahli cagar budaya, Bapak Andri akan kami coba rekrut sebagai tim ahli kami di tahun depan, seharusnya tahun ini dilaksanakan Pekan Budaya Paluta dan akan menampilkan drama tentang Candi Bahal, namun karena masih dalam masa pandemic terpaksa harus dibatalkan. Kami berharap di tahun mendatang kegiatan ini dapat kami laksanakan.

Lanjut pemaparan materi ketiga oleh narasumber yang mewakili Balai Arkeologi Sumatera Utara memaparkan materi terkait Buku Pengayaan Padang Lawas 2020, buku ini memang ditujukan bagi para siswa sehingga dibuat lebih sederhana dengan ilustrasi yang lebih mudah dipahami oleh para siswa, buku ini berisi ringkasan hasil penelitian di Paluta, bukan merujuk pada Kabupaten namun lebih ke kawasan kepurbakalaan Padang Lawas. Buku ini sebagai pancingan untuk anak didik, bila tertarik bisa diarahkan untuk membuka IG, Website, atau media social lain yang kami miliki, di dalamnya memuat info yang lebih rinci dari penelitian kami. Di dalam buku ini menjelaskan terkait cara peneliti dalam mendapatkan informasi dari lokasi penelitian dan manfaat membaca buku pengayaan. Harapan kami para peserta didik bisa lebih mengenal sejarah, kesenian, dan kebudayaan yang ada di Indonesia, khususnya di Paluta, juga mengetahui proses kehidupan masa lalu.

Selanjutnya pemaparan materi keempat oleh narasumber yang mewakili Balai Arkeologi Sumatera Utara terkait materi Jejak Interaksi Pannai, nama lama dari kawasan Padang Lawas Utara, dalam paparannya menyampaikan bahwa kawasan ini sudah tertulis atau dicatat pada tahun 1000an sekian artinya  kawasan ini sudah tercatat dalam sumber-sumber tertulis diantaranya Prasasti Tanjore Berangka tahun 1030/1031 M, menyebut Pannai (Panai/Pane) salah satu tempat yang diserang oleh Kemharajaan Cola pada masa kekuasaan Rajendra (1012-1044 M), selain Srivijayam (Sriwijaya), Malaiyur (Melayu) dan llamuridesan (lamun); prasasti Panai angka tahun tidak terbaca berdasarkan paleografi diperkirakan abad XI M memuat tentang pelayaran di sungai, keberadaan kuti haji penyebutan nama panai (bvat panai samuda); Pupuh XIII bait ke-1 Nagarakertagama (selesai ditulis 1365 M) karya pujangga Majapahit, Prapanca menyebutkan sejumlah nama tempat di Malayu (penyebutan pulau Sumatera saat itu) antara lain Pane, Kampe, Harw, Athawe Mandahilin.

Setelah pemaparan oleh keempat narasumber, kegiatan dilanjutkan dengan membuka sesi diskusi atau tanya jawab untuk memberikan kesempatan bagi peserta untuk menanyakan hal-hal yang ingin diketahui terkait sejarah dan budaya dengan tujuan untuk membantu para peserta agar mereka semakin memahami materi yang telah disampaikan oleh narasumber.

Adapun Kegiatan ini bertujuan sebagai sarana edukasi dan pemasyarakatan hasil penelitian arkeologi yang dilakukan oleh Balar Sumut untuk memberikan pemahaman tentang sejarah, budaya dan ilmu terkait lainnya kepada masyarakat luas pada umumnya, khususnya para tenaga pendidik/guru dan diharapkan sepulangnya dari kegiatan ini dapat menyampaikan kepada para siswa di sekolahnya akan arti pentingnya menjaga dan melestarikan  tinggalan sejarah dan budaya khususnya di wilayah Kabupaten Padang Lawas Utara.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *