Rumah Peradaban Dharmasraya 2019

Hits: 52

Rumah Peradaban Dharmasraya 2019 merupakan salah satu program kerja Balai Arkeologi Sumatera Utara tahun 2019. Kegiatan ini dipusatkan di Situs Pulau Sawah, Nagari Siguntur, Dharmasraya yang merupakan salah satu situs yang diteliti oleh Balai Arkeologi Sumatera Utara sejak 2008. Penelitian arkeologis di wilayah Kabupaten Dharmasraya merupakan salah satu upaya merekonstruksi sejarah budaya Hindu-Buddha di Dharmasraya, baik masa sebelum sampai sesudah pemerintahan Raja Adityawarman.

Kegiatan Rumah Peradaban Dharmasraya 2019 berlangsung pada tanggal 21-25 September 2019 merupakan kegiatan yang dilaksanakan bertepatan dengan rangkaian festival ‘Arung Pamalayu Merayakan Dharmasraya’ yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Dharmasraya. Selama kegiatan berlangsung, banyak sekali dukungan yang datang, seperti pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Dharmasraya, Dinas Kebudayaan Kabupaten Dharmasraya, Dinas pendidikan Kabupaten Dharmasraya serta tokoh-tokoh masyarakat Dharmasraya, serta tokoh dan masyarakat di lokasi-lokasi yang diteliti. Sepatutnyalah bila dalam kesempatan ini kami sampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya. Diharapkan pula agar kerjasama yang terjalin baik ini akan terus berlanjut.

Pemilihan kegiatan di Kabupaten Dharmasraya ini tidak lepas dari telah berlangsungnya penelitian sejak tahun 2008 hingga sekarang, sehingga hasilnya cukup memadai dalam mengungkapkan berbagai aspek yang terkait dengan peradaban Hindu-Buddha di Dharmasraya. Keberadaan informasi tersebut sangat penting dalam membangun pemahaman tata nilai yang ditinggalkan nenek moyang, dan menumbuhkan kecintaan akan situs dan informasinya, sehingga terbentuk Karakter Pancasila bagi anak didik baik itu ditingkat Sekaloh Dasar (SD), Sekolah Menengah Tingkat Lanjut (SLTP) dan anak-anak di Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA).

Dalam kegiatan Rumah Peradaban ini, Balai Arkeologi Sumatera Utara berperan sebagai penyemarak seni budaya dalam kearkeologian dengan memberikan penjelasan  tentang arkeologi bagi pengunjung yang senang dengan beberapa informasi dari benner, backdrop, umbul-umbul, dan spanduk. Festival Pamalayu yang bertemakan ‘Arung Pamalayu Merayakan Dharmasraya’ itu sendiri merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Dharmasraya dengan rangkaian acara di antaranya tarian pencak silat, tarian tradisional, lomba perahu, pemotongan beberapa ekor kerbau, makan bersama yang disebut dengan makan bajamba. Selain itu terdapat juga talkshow dan kesenian tradisional lainnya.

            Pada kegiatan Rumah Peradaban Dharmasraya 2019 ini, Balai Arkeologi Sumatera Utara membagikan goodi bag kepada peserta festival terutama pada siswa-siswi sekolah yang ada di Kabupaten Dharmasraya yang turut hadir juga mengikuti festival tersebut. Selain itu, Balai Arkeologi Sumatera Utara juga memberikan wawasan kearkeologian terkait penelitian-penelitian yang telah dilakukan selama 2008-sampai sekarang kepada peserta festival dengan beberapa fasilitas pendukung seperti banner, backdrop, umbul-umbul dan spanduk yang dipasang di area lokasi Pulau Sawah.

Kegiatan destinasi pendidikan ini dilakukan melakukan kunjungan ke beberapa Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Bawah, Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Dharmasraya. Tim Rumah Peradaban Dharmasraya 2019 melakukan roadshow mengunjungi langsung ke sekolah tujuan untuk menyerahkan Buku Pengayaan Dharmasraya. Sebelumnya tim dari Balai Arkeologi Sumatera Utara berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan Kabupaten Dharmasraya dan Dinas Pendidikan Kabupaten Dharmasraya.

Kegiatan penyampaian pertama dilakukan di SMPN 1 Pulau Punjung. Pada kesempatan ini dilakukan paparan tentang semua hasil penelitian di Dharmasraya oleh Balai Arkeologi Sumatera Utara yang diwakili Ery Soedewo, S.S., M.Hum dan Churmatin Nasoichah, S.Hum. Setelah paparan selesai dilakukan, kemudian serah terima buku pengayaan sekaligus goody bag oleh Balai Arkeologi Sumatera Utara, dalam hal ini diwakili oleh Repelita Wahyu Oetomo, S.S. selaku Ketua Tim Rumah Peradaban kepada Kepala Sekolah SMPN 1 Pulau Punjung. Buku pengayaan tersebut juga dibagikan kepada siswa-siswi dan guru SMPN 1 Pulau Punjung selain itu buku pengayaan lainnya diserahkan kepada pihak perpustakaan sekolah.