Rapat Sinkronisasi Rumah Peradaban 2020

Hits: 74

Medan, 11 September 2020 Balai Arkeologi Sumatera Utara menyelenggarakan rapat koordinasi sinkronisasi program/kegiatan Rumah Peradaban 2020 berlangsung di ruang rapat utama Balar Sumut pukul 15.00 -19.00 WIB. Rapat  ini menghadirkan dua narasumber dari Balar Sumut yakni Dr. Ketut Wiradnyana, M.Si. selaku Kepala Balai Arkeologi Sumatera Utara sekaligus pemimpin rapat, Andri Restiyadi, MA selaku ketua program/kegiatan Rumah Peradaban Padang Lawas Utara, dan Dra Hj. Nurlela, M.AP Kepala Subbagian Tata Usaha Balar  Sumut selaku moderator. hadir dalam kegiatan ini masing-masing peserta yang mewakili instansi BP PAUD dan Dikmas Sumut, LPMP Sumut, PPPPTK BBL Sumut, Balai Bahasa Sumut, Universitas Sumatera Utara, Dinas Pariwisata Padang Lawas Utara, Museum Perkebunan dan IAAI Sumut serta sebagian staf Balai Arkeologi Sumatera Utara.

Dalam kesempatan ini moderator menyampaikan selamat datang di Balai Arkeologi Sumatera Utara para tamu lintas instansi untuk mengikuti kegiatan rapat sinkronisasi rumah peradaban, yang mana tahun ini Balar Sumut menggelar kegiatan rumah peradaban di dua tempat yakni di Samosir dan Padang Lawas Utara, Untuk itu sengaja kami mengundang Bapak/Ibu dari lintas instansi untuk memberikan masukan, tanggapan, ide kreatif terkait akan dilaksanakannya kegiatan rumah peradaban, untuk menyingkat waktu langsung saja akan disampaikan oleh para narasumber dari Balai Arkeologi Sumatera Utara.

Selanjutnya narasumber pertama mengawali pemaparan dengan judul  Perencanaan Kegiatan Rumah Peradaban Samosir dan menyampaikan bahwa ada tiga komponen yang penting untuk disampaikan dalam kegiatan rumah peradaban yakni Penelitian Kebhinekaan merupakan karakter mendasar yang selalu mengisi ruang dan waktu keindonesiaan kita, penelitian kebhinekaan melekat pada program prioritas ke-9 dari nawa cita (1340 etnik, 728 bahasa). Penelitian Arkeologi Maritim, keberadaan laut diantara pulau-pulau telah mempersatukan kawasan nusantara, melalui kajian arkeologi maritime dapat diketahui benang merah yang dapat menyatukan bangsa sekaligus kelemahannya (17.508 pulau), Penelitian Wilayah Perbatasan bertujuan memahami proses penghunian Nusantara dalam konteks regional-global, interaksi kultural yang terjadi dengan pihak luar, serta proses adaptasi penghuninya terhadap lingkungan perbatasan sehingga menciptakan budaya khas campuran dengan budaya luar seiring berjalannya waktu.

Terkait rumah peradaban Samosir, dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Balai Arkeologi Sumatera Utara di Kabupaten Samosir, didapatkan peta sebaran kepurbakalaan Samosir antara lain sarkofagus, tempayan batu, lesung batu, patung batu, kubur batu, megalit lain, batu duken, peti batu dan lain sebagainya. Dan terakhir dilakukan penelitian arkeologi di daerah Sianjur Mulamula yang melibatkan masyarakat setempat dan mahasiswa. Berdasarkan ekskavasi yang dilakukan Balai Arkeologi Sumatera Utara, ditemukan umpak-umpak bangunan dan bekas tiang bangunan rumah panggung dari sisa-sisa pemukiman masa lalu. Analisis carbon dating menunjukkan bahwa situs ini ditempati sekitar 600 tahun yang lalu. Diantara hasil penelitian arkeologi yang ditemukan di Sianjur Mulamula  anta lain fragmen gerabah/tembikar, manik-manik kaca dan fragmen logam dan lain-lain.

Sementara itu narasumber kedua membawakan paparannya dengan judul Rencana Rumah Peradaban Padang Lawas Utara menyampaikan bahwa rumah peradaban merupakan kegiatan pembelajaran, pencerdasan, pengayaan, dan pencerahan tentang nilai-nilai masa lampau untuk membangun peradaban bangsa yang lebih maju dan berkepribadian di masa sekarang melalui konsep belajar dari masa lampau. Melalui slogan, “mengungkap, memaknai, dan mencintai”, Rumah Peradaban mencoba mengungkap nilai-nilai budaya bangsa Indonesia melalui penelitian penelitian arkeologi yang terus dilakukan, kemudian memaknai hasil penelitian tersebut dengan menerjemahkannya ke dalam bahasa yang mudah diterima oleh masyarakat sehingga akan timbul mencintai dalam arti kesadaran untuk menjaga dan melestarikan tinggalan warisan budaya yang ada.

Adapun rencana kegiatan rumah peradaban akan dilaksanakan pada hari Kamis, 24 September 2020 di Hotel Mitra Indah, Kecmatan Gunung Tua, Kabupaten Padang Lawas Utara, dengan menghadirkan limapuluh orang peserta terdiri dari tenaga pengajar (Guru), Dinas Kebudayaan dan Dinas Pendidikan di wilayah Kabupaten Padang Lawas Utara, serta empat narasumber masing-masing mewakili Balai Arkologi Sumatera Utara, Dinas Kebudayaan dan Dinas Pendidikan.

Diantara persiapan yang dilakukan oleh Balai Arkeologi Sumatera Utara untuk mensukseskan kegiatan rumah peradaban antara lain Balai Arkeologi Sumatera Utara  membentuk tim rumah peradaban Padang Lawas Utara, mempersiapkan bahan dan materi kegiatan berupa buku pengayaan, miniature bahal 1, banner dan lain-lain, pengiriman buku pengayaan ke 247 sekolah dan melakukan koordinasi dengan pihak pemerintah daerah setempat.

Setelah selesai pemaparan kedua narasumber yang mewakili Balai Arkeologi Sumatera Utara, kegiatan dilanjutkan dengan tanya jawab/diskusi lintas instansi dengan tujuan untuk memberikan masukan, kritikan dan ide kreatif baru untuk mensukseskan berlangsungnya program/kegiatan rumah peradaban yang akan berlangsung.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *