Rapat Penyusunan Buku Pengayaan Samosir

Hits: 31

Medan, 04 Februari 2020 Balai Arkeologi Sumatera Utara menggelar rapat penyusunan buku pengayaan Samosir bertempat di ruang rapat utama  Balai Arkeologi Sumatera Utara. Rapat ini berlangsung pada pukul 09.00 WIB s.d. selesai yang dihadiri oleh staf Balai Arkeologi Sumatera Utara. Rapat ini  dipimpin langsung oleh Dr. Ketut Wiradnyana, M.Si. selaku Kepala Balai Arkeologi Sumatera Utara yang didampingi oleh Dra. Hj. Nurlela, M.AP selaku Kepala Subbagian Tata Usaha Balai Arkeologi Sumatera Utara.

Dalam kesempatan ini Ibu Nurlela membuka kegiatan rapat dan menyampaikan bahwa pada hari ini Bapak/Ibu diundang rapat untuk mendiskusikan terkait penyusunan buku pengayaan, seperti dalam undangan rapat yang berjumlah sekitar 15 orang untuk memberi masukan dalam hal penyusunan buku pengayaan Samosir yang rencananya juga di Samosir akan diselenggarakannya rumah peradaban tahun 2020. Untuk lebih jelasnya lagi selanjutnya kami persilahkan Kabalar untuk memimpin diskusi ini.

Pada kesempatan yang sama Bapak Ketut Wiradnyana selaku pemimpin rapat menyampaikan  bahwa rumah peradaban merupakan kegiatan yang rutin kita jalankan seperti di di tahun-tahun sebelumnya dan di tahun ini rencana kegiatan penyelenggaraannya akan dilaksanakan di Samosir dan Padang Lawas, namun kita belum menentukan persis lokasi di kedua tempat itu. Namun perlu diketahui bersama bahwa ada dua hal yang perlu kita bahas, satu berkaitan dengan penyusunan buku pengayaan kemudian yang kedua berkaitan dengan pembuatan film artinya khusus hari ini kita akan bahas buku pengayaan dan film di Samosir dan rapat besok khusus untuk membahas buku pengayaan dan film di Padang Lawas. Nah berkaitan dengan buku pengayaan Samosir, yang terakhir sudah ada dua model buku pengayaan, yang pertama untuk umum dan yang kedua untuk anak sekolah. Namun buku pengayaan tahun ini direncanakan khusus untuk anak Sekolah Dasar (SD) karena berdasarkan program pemerintah yang menginginkan rumah peradaban dapat bersentuhan dengan anak Sekolah Dasar (SD), anak-anak Sekolah Menengah Atas (SMA) dianggap sudah dewasa yang sudah bisa mengakses informasi melalui gawai masing-masing, sedang anak SD harus kita didik dan kita siapkan sarananya sehingga lebih efektif untuk capaian dari rumah peradaban itu sendiri.

Proses pengerjaan penggambaran sedang dikerjakan oleh pihak ketiga dan isinya dibuat dalam bentuk komik Gambarnya diperbanyak dan narasinya dipersingkat agar lebih mudah dipahami, Rencananya gambar selesai di akhir bulan Februari, sehingga kita siap untuk melaksanakan rumah peradaban. Apabila penelitian Samosir disetujui, maka rumah peradaban Samosir akan dilakukan bersamaan dengan penelitian tersebut, namun apabila penelitian Samosir tidak disetujui, maka rumah peradaban Samosir akan dilakukan secara mandiri. Jadi kita perlu menentukan apakah dilakukan di situs kotak gali atau di sekolah, yang mana lebih sederhana dan lebih mudah, imbuh Kabalar.

Selanjutnya rapat buku pengayaan dilanjutkan dengan diskusi atau jejak pendapat dengan para peserta rapat yang sebagian besar dari fungsional peneliti membahas terkait buku pengayaan dan teknis kegiatan rumah peradaban yang akan dijalankan di Samosir.

Berikut ketika rapat penyusunan buku pengayaan Samosir berlangsung di ruang rapat Balai Arkeologi Sumatera Utara pada Selasa, 04 Februari 2020.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *