Rapat Penyusunan Buku Pengayaan Padang Lawas

Hits: 33

Medan, 05 Februari 2020 Balai Arkeologi Sumatera Utara menggelar rapat penyusunan buku pengayaan Padang Lawas bertempat di ruang rapat utama  Balai Arkeologi Sumatera Utara. Rapat ini berlangsung pada pukul 09.00 WIB s.d. selesai yang dihadiri oleh staf Balai Arkeologi Sumatera Utara dan Dr. Ketut Wiradnyana, M.Si. selaku Kepala Balai Arkeologi Sumatera Utara serta Dra. Hj. Nurlela, M.AP selaku Kepala Subbagian Tata Usaha Balai Arkeologi Sumatera Utara.

Dalam kesempatan ini Ibu Nurlela membuka kegiatan rapat dan menyampaikan bahwa rapat kali ini untuk mendiskusikan terkait penyusunan buku pengayaan Padang Lawas, di Tahun 2020 ini rumah peradaban akan dilaksanakan dua tempat, yang pertama di Samosir dan yang kedua di Padang Lawas. Kemarin diskusi terkait buku pengayaan Samosir sudah kita laksanakan dan hari ini untuk lebih jelasnya lagi, kami persilahkan saudara Andri Restiyadi untuk memaparkan terkait seperti apa penyusunan buku pengayaan Padang Lawas.

Pada kesempatan yang sama Andri Restiyadi, MA selaku ketua tim penelitian di lokasi Padang Lawas menyampaikan bahwa saat ini bukunya masih belum selesai dan masih dalam proses formulasi buku, jadi awalnya seperti cerita pengalaman pembaca, kemarin ada ide kayaknya menarik juga jadi ilustrasinya perobjek seperti ensiklopedia dan saya akan mencoba menggabungkan keduanya.

Lanjut Pak Andri menayangkan progres penyusunan buku pengayaan Padang Lawas yang dipaparkan dalam slide power poin menjelaskan bahwa mengenai judul buku pengayaan masih bisa berubah, konsepnya semi ensiklopedia yang ada ilustrasinya, tetap ada narasi dan deskripsi. Narasi dari konsep awal saya masukan, rencana teks dan ilustrasinya simpel, informatif, sasarannya anak-anak tapi bisa dibaca orang dewasa juga. Buku dibagi menjadi beberapa bagian yaitu deskripsi objek, lingkaran kosakata, kotak fakta, pojok aktivitas, dan ilustrasi. Deskripsi objek menjelaskan tentang objek secara singkat, padat, dan jelas. Lingkaran kosakata adalah penjelasan tentang kata-kata khusus yang disajikan terpisah dengan deskripsi objek. Kotak fakta memuat fakta menarik berkaitan dengan tinggalan arkeologi. Pojok aktivitas memuat panduan eksperimen sederhana yang berkaitan dengan tinggalan arkeologi. Ilustrasi memuat gambar yang menarik dan berwarna serta pelaksanaan rumah peradaban  terpisah dengan kegiatan penelitian arkeologi.

Sementara itu, Bapak Ketut Wiradnyana dalam diskusi penyusunan buku pengayaan menyampaikan terkait rencana akan diberlangsungkannya kegiatan rumah peradaban di Padang Lawas, apabila ingin berkoordinasi dengan pihak setempat maka buku pengayaan setidaknya sudah ada, dan segera menentuka lokasi kegiatan karena berkaitan dengan persiapan yang perlu dilakukan, seperti tenda, sound system dan lain-lain.

Selanjutnya rapat buku pengayaan dilanjutkan dengan diskusi atau jejak pendapat untuk merumuskan penyusunan buku pengayaan, menentukan ketua tim RP, angota RP, lokasi kegiatan, alat peraga dan teknis kegiatan rumah peradaban yang akan dilaksanakan di Padang Lawas.

Berikut ketika rapat penyusunan buku pengayaan Padang Lawas berlangsung di ruang rapat Balai Arkeologi Sumatera Utara pada Rabu, 04 Februari 2020.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *