Rapat Evaluasi Hasil Penelitian Arkeologi (EHPA) Balai Arkeologi Sumatera Utara Tahun 2018

Hits: 83

Balai Arkeologi Sumatera Utara menyelenggarakan Rapat Evaluasi Hasil Penelitian Arkeologi (EHPA) Tahun 2018 pada tanggal 22 s.d. 23 November 2018 di Sibayak Internasional Hotel, Berastagi, Sumatera Utara. Rapat Evaluasi Hasil Penelitian Arkeologi (EHPA) Tahun 2018 ini diikuti oleh berbagai unsur yang ada di Balai Arkeologi Sumatera Utara, meliputi Kepala Balai Arkeologi Sumatera Utara, Kepala Sub. Bagian Tata Usaha dan seluruh staf Balai Arkeologi Sumatera Utara. Acara tersebut juga dihadiri oleh Drs. Emanuel Wahyu Saptomo, M.Hum dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Dr. Budi Agustono, M.Si. Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara, Drs. Yance, M. Si Dosen Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara. Ibu Isnen Fitri Dosen Universitas Sumatera Utara, Bapak Hendra dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumatera Barat dan para tamu undangan dari instansi terkait di Sumatera Utara.

Sambutan dan laporan panitia dibawakan oleh Kepala Sub. Bagian Tata Usaha Dra. Hj. Nurlela, M.AP, selanjutnya sambutan oleh Drs. Emanuel Wahyu Saptomo, M.Hum dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional sebagai narasumber sekaligus membuka acara Evaluasi Hasil Penelitian Arkeologi (EHPA) Tahun 2018 Balai Arkeologi Sumatera Utara. Dalam Rapat Evaluasi Hasil Penelitian Arkeologi (EHPA) ini dibahas 8 (delapan) program penelitian yang sudah dilaksanakan pada Tahun 2018. Yang terdiri atas penelitian masa sejarah dan prasejarah dan masing-masing ketua tim penelitian mempresentasikan hasil penelitiannya. Selanjutnya di review oleh narasumber, beberapa masukan dari narasumber diantaranya untuk penelitian masa sejarah ada bagusnya kalau penelitian ditampilkan dari sisi sejarahnya agar lebih mudah dipahami oleh orang awam. Tabulasi dalam identifikasi perlu ditambah atau ditingkatkan lalu di link dengan paparan. Penting pelibatan dan edukasi masyarakat sehingga mereka lebih aware terhadap situs yang ada di daerah mereka. Untuk penelitian masa prasejarah dalam penelitian kita tidak bisa berdiri sendiri, perlu disiplin ilmu lain untuk membantu dalam proses penelitian, maka dari itu kerjasama antar bidang ilmu sangat dibutuhkan. Itulah beberapa contoh masukan dari narasumber.

Koreksi dan masukan dari para narasumber sangat membantu dalam perbaikan masing-masing laporan penelitian 2018, juga dalam proses penelitian ke depan diharapkan agar bisa semakin baik pelaksanaannya terutama dalam mengungkap misteri yang belum terpecahkan di tengah-tengah masyarakat.

Berikut ketika suasana rapat Evaluasi Hasil Penelitian Arkeologi Balai Arkeologi Sumatera Utara Tahun 2018 berlangsung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *