Menu Tutup

Peninjauan Struktur Bata Di Desa Pulo Bariang, Kecamatan Huristak, Kabupaten Padang Lawas

Hits: 62

Menindaklanjuti surat dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Padanglawas nomor 430/099/2020 Balai arkeologi Sumatera Utara yang beranggotakan Andri Restiyadi, MA, Lolita Refani Lumban-Tobing, S.Hum, dan Tony Sitorus melakukan peninjauan terhadap laporan temuan struktur bata yang ditemukan di Desa Pulo Bariang, Kecamatan Huristak, Kabupaten Padang Lawas. Kegiatan peninjauan ini berlangsung dari tanggal 11-14 Maret  2020 bekerjasama dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya Aceh (Ambo Asse Ajis, S.S, dan Mita Indraswari, S.Hum), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Padang Lawas (Nur Azizah Nasution), serta Tim Ahli cagar budaya Padang Lawas.

Menuju lokasi yang berjarak sekitar 50 km dari Kota Sibuhuan, dan 13 km dari Binanga, memerlukan waktu sekitar 3 jam perjalanan melalui jalan darat. Medan yang ditempuh tidak hanya berupa jalan beraspal, melainkan juga jalan tanah yang becek, dan bergelombang sehingga memerlukan mobil berpenggerak 4 roda (4 Wheel Drive).

 

Sesampainya di lokasi, kami disambut oleh adik dari pemilik lahan tempat struktur bata tersebut ditemukan dan beberapa anggota masyarakat setempat. “Saat itu sekitar bulan Januari saya dan abang saya rencananya mau membuat septic tank untuk rumah abang saya,” kata Syamsul Bahri Harahap, adik kandung pemilik lahan, sambil menunjuk ke arah rumah tepat di sebelah timur struktur bata. “Saat saya gali sedalam 1,5 meter, saya nemu bata. Karena saya tidak tahu bata apa itu, jadi saya angkat, saya kumpulkan saja. Semakin dalam kok batanya seperti disusun, jadi saya mulai curiga. Kami lebarkan lah galian tadi. Ternyata benar ada bata tersusun di bawahnya.

Susunan bata yang dijumpai oleh Pak Mahdi Mahmud Harahap dan Syamsul Bahri Harahap berbentuk segitiga sama kaki dengan sisi lengkung pada masing-masing kakinya. Ujung lancipan segitiga tersebut menghadap ke barat, searah dengan bekas sungai Barumun lama. Apabila dilihat dari ukuran dan bahan bata yang digunakan, serta cara penyusunannya, struktur bata di Desa Pulo Bariang tersebut memiliki kemiripan dengan biara-biara yang tersebar di sekitar Kabupaten Padanglawas, dan Padanglawas Utara yang memiliki rentang waktu pemanfaatan kurang lebih abad XI—XIV Masehi.

                                         

Keesokan paginya, tim peninjauan dari  Balai Arkeologi Sumatera Utara dan Balai Pelestarian Cagar Budaya Aceh melalui mediasi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Padanglawas melakukan koordinasi terkait temuan struktur bata yang diduga cagar budaya dengan Bupati Padanglawas, Bapak Ali Sutan Harahap di rumah dinas beliau. Pada pertemuan tersebut, selain dipaparkan hasil dari peninjauan, juga dibahas tentang upaya pengamanan dan pelestarian ke depan. Pada kesempatan tersebut, Bapak Bupati Padanglawas sekaligus mengawali upaya pengamanan melalui koordinasi via telepon dengan Camat Huristak. Selain itu, dalam rangka menindaklanjuti temuan struktur bata tersebut, Tim Peninjauan Balai Arkeologi Sumatera Utara, Balai Pelestarian Cagar Budaya Aceh, dan Bupati Padanglawas sepakat untuk membuat kajian lanjutan ataupun penelitian untuk mengetahui potensi kearkeologian di sekitar temuan tersebut.

Lolita Refani Lumban-Tobing, Andri Restiyadi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *