Mengenal Sifat-sifat Raja di Dinasti Sisingamangaraja

Hits: 920

Forum diskusi terbatas (Forditas) kembali menggelar diskusi terbatas khusus membahas ketokohan dinasti Sisingamangaraja. Diskusi digelar pada hari Rabu sore (29/5) di Balai Arkeologi, Jalan Seroja Raya, Gang Arkeologi No 1, Tanjung Selamat, Medan.


Diskusi bulanan ini merupakan yang kelima sejak pertama kali digelar Januari lalu. Diskusi kali ini mengambil tema “Spiritualisme Sisingamangaraja”. Selama 60 menit, Thompson Hs, budayawan Batak mempresentasikan mengenai ketokohan dan sifat Sisingamangaraja dilihat dari tonggo-tonggo atau doa batak.


Ada beberapa versi, namun Thompson Hs menyimpulkan ada lebih dari 20 sifat yang harus dimiliki setiap penguasa yang terpilih di dinasti Sisingamangaraja dan setiap penguasa harus memiliki sahala harajaon (karisma kepemimpinan). Sifat kepemimpinan yang tercermin dalam tonggo-tonggo misalnya, ia dikatakan sebagai pelepas ikan dari bubu dan hewan dari perangkap yang dapat diartikan sebagai raja pembebas atau penyelamat. Dalam tonggo-tonggo juga disebutkan “Raja na malim”, yang artinya raja harus memiliki sifat yang suci, dan masih banyak lagi.


Diskusi ini merupakan lanjutan dari diskusi-diskusi yang sudah digelar sejak bulan Januari hingga April lalu, sejumlah topik yang diangkat antara lain, “Asal-usul dinasti Sisingamangaraja”, “Sisingamangaraja bermarga Batak” “Raja Bius, Parbaringin dan Raja Imam Sisingamangaraja” dan Sisimangaraja dalam posisi adat”.

Lewat diskusi ini diharapkan muncul suatu upaya yang lebih ilmiah dari Balai Arkeologi Sumatera Utara untuk menggali lebih dalam sejarah dari dinasti Sisingamangaraja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *