Melacak Jejak Tengku Buwang Asmara (Sultan Siak II)

Hits: 13

Pada tanggal 4 November 2021, Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah Kabupaten Siak meminta kepada Kepala Balai Arkeologi Provinsi Sumatera Utara mengirimkan tim ahli untuk survey dugaan tinggalan fisik perjuangan Tengku Buwang Asmara (Sultan Siak II) sebagai salah satu komponen pendukung pengusulan calon pahlawan nasional. Permintaan tersebut dilayangkan melalui surat No. 050/Bappeda-V/2021/930. Terkait permintaan tersebut, Kepala Balarsumut kemudian memerintahkan tim survey, yaitu Taufiqurrahman Setiawan, Stanov Purnawibowo, dan Mochammad Fauzi Hendrawan. Kegiatan tersebut berlangsung dari tanggal 11-14 November 2021.

Kegiatan survey ini diawali dengan koordinasi dengan pihak Bappeda, Dinas Sosial, dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak dan juga Tim P2JP Kabupaten Siak. Kegiatan ini berlangsung di ruang kerja tim P2JP yang bertempat di Dinas Sosial Kabupaten Siak. Setelah melakukan koordinasi sebagai langkah awal menentukan arah survey yang akan dilakukan, tim kemudian bergerak ke lokasi yang diduga merupakan Istana Sultan Siak II yang berada dekat dengan Sungai Mempura di wilayah Kota Tengah. Di lokasi tersebut ditunjukkan adanya data awal berupa gambar peta kuna yang tahun 1761 M. Di lokasi tersebut ditemukan adanya gundukan tanah dengan denah persegi panjang yang menyerupai bentuk benteng tanah atau kubu pertahanan. Apakah benar ini lokasi yang dimaksud ini adalah bekas lokasi istana Tengku Buwang Asmara? hal inilah yang akan ditelusuri lebih lanjut.

Koordinasi di lokasi di Benteng GuntungSurvei untuk mencari tinggalan fisik perjuangan Tengku Buwang Asmara kemudian dilanjutkan Pulau Guntung, dimana di lokasi tersebut pernah digambarkan adanya benteng Belanda yang ditaklukkan oleh Tengku Buwang Asmara. Untuk mengetahui hal tersebut, maka survey dilakukan melalui darat dan juga melalui pinggiran sungai Siak di sekitar Pulau Guntung. Kegiatan ini bukti fisik terkait bentang tersebut belum dapat diperoleh mengingat keterbatasan waktu dan zona tutupan lahan yang sangat padat. Namun, survei yang dilakukan setidaknya telah menemukan beberapa indikasi lahan yang kemungkinan merupakan bagian dari benteng Pulau Guntung. Namun hal ini masih memerlukan pembuktian dengan melakukan ekskavasi atau survei dengan geo-radar untuk mencari kemungkinan adanya  struktur fondasi atau komponen lainnya. Seara umum, survei lokasi benteng Pulau Guntung belum sepenuhnya memperoleh jawaban.

 

Pada hari Sabtu, 13 November 2021, pencarian bukti tinggalan fisik Tengku Buwang Asmara kembali lagi lokasi yang diduga sebagai istananya. Hasil intepretasi citra dan peta tahun 1761 M yang dilakukan menemukan beberapa hal yang butuh untuk ditelusuri lebih lanjut di lapangan. Oleh karena itu, tim kemudian sedikit bergeser ke arah selatan dan melakukan survei di lokasi yang kemungkinan merupakan lokasi istana pada satu lahan yang sedang digarap untuk kebun jeruk dan satu lahan kebun sawit yang berada di sebelah baratnya. Di lokasi ini ditemukan beberapa temuan permukaan berupa fragmen keramik dari era abad XIX M (1800-1900 M). Di lokasi ini juga ditemukan sampah-sampah rumpun bambu yang kemungkinan menjadi bagian dari komponen benteng. Seperti diketahui bahwa kebanyakan benteng tanah yang ditemukan di wilayah Sumatera memanfaatkan bambu sebagai salah satu kompenen pendukungnya untuk memperkuat strukturnya. Selain itu, dilakukan juga survei ke lokasi yang berada di peta 1761 M untuk lebih memastikan informasi terkait keberadaan Istana Tengku Buwang Asmara.

Fragmen keramik yang ditemukan lokasi diduga Istana Tengku Buwang Sampah Rumpun Bambu yang ditemukan di Kota Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *