Majelis Adat Gayo Setuju Areal Penggalian Arkeologi Gayo Prasejarah Dijadikan Tanah Adat

Hits: 60

Repost

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA – Majelis Adat Gayo (MAG) Aceh Tengah setuju area penggalian dan penelitian Arkeologi Gayo Prasejarah di seputaran Danau Laut Tawar dijadikan sebagai tanah adat Gayo.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua 1 MAG Aceh Tengah Bidang Program dan Pembangunan, Dr. Joni MN, M.Pd., B.I menanggapi usulan Ketua Tim Peneliti Arekologi  Ceruk Mendale yang juga Kepala Balai Arkeologi Provinsi Sumatera Utara (Balar Sumut) Dr. Ketut Wiradnyana,M.Si.

Dr. Joni menyebutkan kajian dan penelitian Dr. Ketut di loyang – loyang Kampung Mendale Kecamatan Kebayakan Kabupaten Aceh Tengah, Loyang Pukes, loyang Muslimin dan lain-lain telah membuka tabir bahwa orang Gayo itu sudah ada pada era prasejarah. Ini jauh sebelum kedatangan penjajah Portugis. Temuan tersebut cukup kuat dijadikan sebagai trigger dan rujukan dalam mengkaji eksistensi ke-Gayo-an. 

Joni menambahkan, suku Gayo yang sangat kental dengan adat dan istiadat ini sangat  butuh hasil temuan kajian Arkeolog oleh Dr. Ketut ini, yakni sebagai  trigger (pemicu) penjabaran tentang eksistensi adat itu sendiri dan seterusnya. 

“Kita  sangat berterimakasih atas tenaga dan waktu dan yang terpenting atas hasil serta temuan dari penelitian Dr Ketut dari Balar Sumut, setidaknya hasil tersebut dapat menjadi triger bagi pengkaji dan peneliti-peneliti lainnya, khususnya yang mengkaji tentang Gayo,” lanjut Joni.

Kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, pihaknya  juga mengapresiasi karena   sudah memfasilitasi  Dr Ketut dalam mengkaji Gayo melalui pendekatan arkeologi.

“Semoga usulan Pak Ketut dapat direalisasikan oleh Pemerintah Aceh Tengah, dan Pemerintah Aceh, Bener Meriah dan Gayo Lues, untuk terpeliharanya tempat/ lokasi yang saat ini sudah merupakan sebagai tempat bersejarah,” demikian Dr. Joni.

Seperti diberitakan Serambinews.com sebelumnya, bahwa kawasan seputaran Danau Laut Tawar Aceh Tengah yang menjadi area penggalian arkeologi Gayo Prasejarah, diusulkan agar dibebaskan dan dijadikan tanah adat Gayo.Usulan ini disampaikan Kepala Balai Arkeologi Sumatera Utara yang memimpin tim penggalian arkeologi Gayo, Dr. Ketut Wiradnyana, M.Si.

“Kita usulkan agar areal atau lokasi penggalian arekologi yang sudah kami lakukan agar dibebaskan dan dijadikan tanah adat Gayo. Kalau perlu seluruh kawasan Danau Laut Tawar dibebaskan jadi tanah adat Gayo,” ujar Ketut Wiradnyana.

Ia khawatir,apabila tidak sejak dini dilakukan pembebasan, ke depan akan lebih sulit lagi,mengingat begitu banyaknya aktivitas dan kepemilikan lahan di seputaran Danau Laut Tawar.

“Kalau sudah dibebaskan jadi tanah adat maka kawasan itu bisa diselamatkan, sebab di dalamnya tersimpan mutiara kehidupan Gayo Prasejarah,” kata Ketut.

Balai Arkeologi Sumatera Utara melakukan penggalian arekologi di sejumlah loyang atau gua di bibir Danau Laut Tawar. Penelitian dilakukan sejak 10 tahun silam. Loyang atau gua yang digali antara lain Loyang Mendale, Loyang Ujung Karang,Loyang Pukes di Kecamatan Kebayakan. Kemudian di Loyang Muslimin, Loyang Koro, Loyang Kaming di Kecamatan Lut Tawar.

Menurut Ketut Wiradnyana, hampir seluruh kawasan Danau Laut Tawar menyimpan rekam kehidupan Gayo Prasejarah. “Saya yakin masih banyak yang harus digali dan diteliti lagi. Meski kami   dari Balai Arkeologi Sumut  sudah menganggap cukup. Kelak barangkali penggalian bisa dilanjutkan dengan teknologi lebih canggih,” ujar Ketut.

Penelitian dan penggalian yang dilakukan Ketut dan kawan-kawan berhasil mengungkap kehidupan Gayo Prasejarah sejak 8400 Tahun Sebelum Masehi. Hasil penggalian ditemukan berupa kerangka manusia, kapak lonjong, kapak persegi, potongan gerabah, potongan anak panah dan sejumlah artefak lain yang berasal dari era prasejarah sampai awal Masehi. 

Analisa DNA yang dilakukan menghasilkan kesesuain dengan masyarakat Gayo yang hidup sekarang ini di kawasan itu.(*)

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Taufik Hidayat



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *