Kunjungan Ke Balar Sumut Dari Siswa SLB Tunas Harapan Mandiri

Hits: 156

Siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) atau siswa dengan berkebutuhan khusus dari Yayasan Tunas Harapan Mandiri, Tanjung Anom sebanyak lima puluh orang siswa yang terdiri dari empat puluh orang siswa tuna grahita dan sepuluh orang siswa tuna rungu yang didampingi oleh empat  orang guru pengajar berkunjung ke Balai Arkeologi Sumatera Utara (Balar Sumut) dalam rangka belajar mengenal arkeologi yang berlangsung pada Selasa, 21 Januari 2020. Kunjungan ke Balar Sumut diterima oleh Dra. Hj. Nurlela, M.AP, selaku Kasubbag TU Balar Sumut.

Para siswa dikumpulkan di ruang pertemuan utama Balar Sumut dipandu oleh Churmatin Nasoichah, S.Hum, selaku Peneliti Muda sekaligus pengajar memperkenalkan arkeologi adalah ilmu yang mempelajari kebudayaan (manusia) masa lalu yang ditinggalkan. Selain itu para siswa juga diajak untuk mengenali manusia prasejarah, yang mana dalam kegiatan ini dijelaskan manusia prasejarah bertahan hidup dengan cara berburu dan meramu, alat buru yang digunakan berupa alat batu yang diruncingkan dan hewan buruan antara lain : gajah, sapi, kerbau, babi, ikan dan lain sebagainya.

Lanjut penjelasan mengenai tempat tinggal manusia prasejarah, Churmatin menjelaskan tempat tinggal manusia prasejarah lebih suka menempati gua, karena gua dianggap lebih praktis. Dengan kondisi gua yang lembab dan gelap maka dibutuhkan cahaya untuk menerangi tempat tinggal mereka, biasanya manusia prasejarah menggunakan dua batu yang dipukulkan secara bersama-sama dan akan menghasilkan percikan api, dari situlah api itu digunakan sebagai penerang dan penghangat sekaligus untuk membakar hewan dari hasil buruan.

Lanjut penjelasan masa Hindu-Budha, seluruh peserta diajak untuk melihat bangunan Candi yang berada di Pulau Jawa dan bangunan Candi yang berada di wilayah Sumatera melalui tayangan slide yang disediakan oleh pengajar. Mengingat peserta merupakan siswa yang mempunyai kebutuhan khusus maka siswa diajak berinteraksi dengan mengenal dan menyebutkan nama-nama bangunan yang termasuk dalam kategori bangunan bersejarah diantaranya Masjid Raya Al Mahsun yang berada di Jalan Sisingamangaraja, Medan, Istana Maimun dan bangunan gedung PT. London Sumatera yang berada di jalan Ahmad Yani, Kesawan, Medan Kota.

Setelah belajar mengenal arkeologi, selanjutnya siswa diajak untuk melihat display hasil penelitian arkeologi berupa casting manusia prasejarah, uang kepeng, botol, kaca, perahu, alat batu, fragmen keramik, fragmen tembikar yang berada di lantai dua lobi atas Balar Sumut.

Kemudian diakhir kegiatan, siswa diajak belajar mewarnai gambar yang bertema arkeologi dan merekonstruksi gerabah. Pada saat inilah nampak antusias para siswa, terbukti dengan cara menyelesaikan tugas yang diberikan, dikerjakan dengan baik.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat menambah semangat baru dan wawasan bagi siswa SLB yang belajar diluar kelas, serta kami semakin menyadari bahwa ilmu arkeologi dapat menjangkau semua kalangan dan mempunyai kontribusi yang besar dalam mencerdaskan generasi bangsa. 

Berikut ketika kunjungan siswa SLB dari Yayasan Tunas Harapan Mandiri, Tanjung Anom belajar mengenal arkeologi berlangsung di Balai Arkeologi Sumatera Utara.

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *