Kepala SD & MK3S Aceh Tengah Tampil di Pertunjukan Seni Virtual di Lokasi Penggalian Arkeologi

Hits: 7

Repost

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON – Kepala Sekolah dasar (SD) Negeri 3 Pegasing Aceh Tengah Yusrizal SPd dan Ketua Musyawarah Kelompok Kerja Kepala Sekolah (MK3S) Aceh Tengah Selamaddin ikut tampil dan kegiatan pertunjukan seni virtual dalam bentuk musik dan puisi berlokasi di Loyang Mendale, tempat penggalian dan penelitian arkeologi yang berhasil membuka jejak Gayo Prasejarah.

Yusrizal memainkan alat musik suling, teganing dan gegedem, sementara Selamaddin memainkan teganing, salah satu jenis alat musik tradisional Gayo yang terbuat dari bambu.

Pemusik lainnya adalah Devie Matahari dan Win Sastra Oloh Guwel, yang dipadukan dengan pembacaan puisi “Mendale” oleh Fikar W.Eda.

Rekaman pertunjukan seni tersebut kemudian ditayangkan melalui jaringan media sosial.

Yusrizal SPd menyebutkan, keikutsertaan mereka dan kegiatan pertunjukan seni virtual di Loyang Mendale dalam rangka memaknai dan memberi apresiasi kerja keras penelitian dan penggalian arkeologi yang dilakukan tim peneliti dari Balai Arkeologi Sumatera Utara pimpinan Dr. Ketut Wiradnyana.

“Mereka telah berhasil membuka dan menemukan jejak kehidupan Gayo Prasejarah. Ini temuan ilmiah dan sangat penting. Bahwa aktivitas kehidupan Gayo Prasejarah sudah berlangsung sejak 8.400 tahun silam,” ujar Yusrizal.

Sebelumnya kelompok ini juga melakukan rekaman pembacaan puisi dan musik di Loyang Peteri Pukes, yang berlokasi sekitar 2 Km dari Loyang Mendale.

“Kami membawakan karya seni terkait Gayo Prasejarah. Kami akan terus mengkespresikannnya dalam kerja-kerja kesenian,” ujar Yusrizal.

Sebelumnya Yusrizal dan kelompoknya juga ikut mementaskan karya seni pertunjukan di Loyang mendale pada 2011 silam bersama-sama sejumlah seniman Gayo lainnya.

“Yang kami lakukan hari ini merupakan tindak lanjut dari aktivitas kami sebelumnya di Loyang Mendale,” ujar Yusrizal.

Loyang Mendale, Loyang Ujung Karang, Loyang Pukes, Loyang Muslimin dan lain-lain adalah gua yang berada di tepi Danau Laut Tawar Aceh Tengah.

Pada loyang atau gua tersebut ditemukan kerangka manusia, tembikar, kapak lonjong, mata panah dan banyak artefak lainnya yang berasal dari zaman batu pertengahan sampai awal masehi.

Temuan arkeologi ini meneguhkan pandangan yang berkembang di masyarakat, bahwa etnis Gayo adalah etnis awal mendiamai kawasan itu.(*)

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Ansari Hasyim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *