Kepala Balai Arkeologi Sumut, Ketut Wiradnyana Paparkan Jejak Gayo pada Zaman Prasejarah

Hits: 82

Repost

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA – Penelitian arkeologis di sejumlah loyang (gua) di Aceh Tengah, seperti Loyang Mendale, Loyang Ujung Karang, Loyang Pukes, memperlihatkan telah berlangsung aktivitas kehidupan Gayo di zaman prasejarah atau zaman batu. Loyang atau gua-gua purbakala itu berada di seputaran Danau Laut Tawar sekarang.

Kepala Balai Arkeologi Sumatera Utara, Dr. Ketut Wiradnyana, M.Si akan membeberkan bukti-bukti temuan arkeologis itu dalam acara “BincangKopi #3 Musara Gayo” secara virtual, Sabtu (13/3/2021) pukul 20.00 WIB melalui fasilitas Zoom Meeting.

Kita harapkan melalui acara ini, membuka cakrawala pengetahuan kita dan para ahli sejarah bagaimana sebetulnya Gayo pada masa pra sejarah dan dari mana asal muasal komunitas yang sekarang dikenal sebagai Bangsa Gayo,” kata Ketua Musara Gayo, Ahyar, SH., MH  di Jakarta, Sabtu (13/3/2021).

Perbincangan menarik itu dipandu Fikar W.Eda dengan topik “Muasal Gayo”  bisa diikuti masyarakat umum, peminat kepurbakalaan dan sejarah Gayo melalui Joint Zoom Meeting https://us02web.zoom.us/j/88427225631?pwd=TXUvZjBkcWQvSkdMSGNMeGNxYkFsQT09,  Meeting ID: 884 2722 5631: Passcode: 635029.

 “BincangKopi” merupakan program rancangan Divisi Pendidikan dan Kebudayaan Musara Gayo Jabodetabek. Acara ini diselenggarakan setiap Sabtu malam, mengangkat topik-topik pendidikan, budaya dan pariwisata.

“Kami mencoba menghadirkan nara sumber yang sangat berkompeten dalam setiap topik yang dibincangkan. Acara ini dimaksudkan mendorong kemajuan Tanah Gayo dalam bidang pendidikan, budaya dan kepariwisataan,” kata Ahyar Gayo.

Ia menyebutkan, sejarah dan asal usul Gayo selalu menarik dibincangkan sebab masih terbungkus misteri.

Buku-buku yang mengulas tentang Gayo tidak berhasil memperlihatkan jejak yang lebih pasti, sumber-sumber mengenai Gayo banyak berasal dari “kekeberen’ atau prosa Gayo.

“Tapi dengan adanya penelitian arkeologi di Ceruk Mendale dan sejumlah loyang lainnya, membawa perubahan besar terhadap penelusuran jejak muasal Gayo,” ujar Ahyar Gayo.(*)


Penulis: Fikar W Eda
Editor: Taufik Hidayat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *