Menu Tutup

Forditas Gelar Pembahasan Festival Danau Toba

Hits: 25

Forum Diskusi Terbatas atau yang sering kita kenal dengan istilah Forditas kembali menggelar diskusi yang kedua di tahun 2020 bertempat di ruang pertemuan Balai Arkeologi Sumatera Utara pada Jum’at, 13 Maret 2020. Kegiatann ini diikuti oleh lebih dari empat puluh orang peserta diskusi, yang terdiri dari peserta dari instansi lain, akademisi, mahasiswa, pemerhati budaya, masyarakat umum dan  grup musik tradisional Sitopak Sada yang nantinya alunan musik ini akan mengiringi kegiatan diskusi berlangsung.

Pada kesempatan ini kegiatan dibuka oleh Dr. Ketut Wiradnyana, M.Si selaku Kepala Balai Arkeologi Sumatera Utara, beliau menyampaikan Balai Arkeologi Sumatera Utara  mempunyai tugas dan fungsi melaksanakan penelitian arkeologi. Kemudian menyebarkan hasil penelitian arkeologi dalam bentuk jurnal yang tercetak maupun online, selain itu bisa juga dalam bentuk diskusi seperti ini. Kegiatan forditas ini merupakan pertemuan yang kedua di tahun 2020, dimana pada pertemuan pertama membahas tentang Barus dalam konteks kebudayaannya secara umum, kali ini kita akan mensubkan Festival Danau Toba disela-sela Forditas dengan harapan rekan-rekan yang hadir dapat menyumbangkan ide dan kreatifitas baru untuk memperkaya, mensukseskan kegiatan festifal.

Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan buku secara simbolis oleh Kabalar kepada Lena Simanjuntak dari Lembaga Jerman Indonesia. Sebagai informasi buku berjudul “Sisingamangaraja Pemersatu Batak di Toba” yang diserah terimakan merupakan  buku hasil dari kegiatan forditas selama dua belas kali pertemuan di tahun 2019 yang diselenggarakan di Balai Arkeologi Sumatera Utara. Dengan pemberian buku ini harapannya kerjasama dengan Lembaga Jerman Indonesia akan tetap berlangsung sampai kapanpun dan buku ini dapat diterjemahkan dalam bahasa asing sehingga dapat dikenal oleh masyarakat global pada umumnya.

Selanjutnya Thompson Hutasoit dalam pemaparannya menyampaikan Festival Danau Toba secara konseptual dilaksanakan sejak tahun 2013 namun jauh sebelum itu pada tahun 1970an diselenggarakan dengan nama Pesta Rakyat Danau Toba kemudian istilah itu mengalami perubahan pada tahun 1980 dengan nama Pesta Danau Toba. Adanya evolusi, terminologi, sisi pariwisata dan pengelolaannya itulah yang menyebabkan perubahan dalam istilah gelaran festival tersebut.

Di tahun 2013 beliau diminta oleh instansi terkait dalam hal ini Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata untuk mengikuti pagelaran Festival Danau Toba, namun berdasarkan data yang beliau peroleh dari keikutsertaan pagelaran tahun 2013, 2014 dan yang terakhir pada bulan Desember, festival ini selalu mengalami penurunan sehingga sasaran dan tujuan dari pagelaran festival ini tidak tercapai dengan baik. Maka dari itu melalui forum ini beliau mengundang tiga belas instansi terkait di wilayah Sumatera Utara untuk membahas bersama permasalahan dan kendala dalam pelaksanaan di lapangan karena sedianya Festival Danau Toba ini akan digelar pada tanggal 06-09 juli Tahun 2020.

Berikut ketika pembahasan Festival Danu Toba dalam diskusi forditas berlangsung di Balai Arkeologi Sumatera Utara pada 13 Maret 2020.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *