Evaluasi Rumah Peradaban 2020

Hits: 35

Medan, 30 September 2020 pukul 08.30 WIB Balai Arkeologi Sumatera Utara menyelenggarakan Rapat Evaluasi Rumah Peradaban bertempat di ruang rapat utama Balar Sumut yang langsung dipimpin oleh Kepala Balar Sumut Dr. Ketut Wiradnyana, M.Si sekaligus sebagai narasumber dan Dra. Hj. Nurlela, M.AP selaku Kasubbag TU Balar Sumut.

Rapat ini menghadirkan dua narasumber lagi, masing-masing mewakili Ketua Tim Rumah Peradaban Samosir Stanov Purnawibowo, MA dan Ketua Tim Rumah Peradaban Padang Lawas Utara Andri Restiyadi, MA, diikuti oleh pegawai yang melaksanakan kerja dari kantor dan panitia kegiatan Rumah Peradaban Samosir dan Padang Lawas Utara.

Pada kesempatan ini rapat dibuka oleh Kasubbag TU Balar Sumut dan menyampaikan bahwa sebagaimana telah kita ketahui bersama bahwasanya kegiatan rumah peradaban telah dilaksanakan oleh Balar Sumut di dua tempat yakni di Kabupaten Toba Samosir pada bulan Agustus dan Kabupaten Padang Lawas Utara pada bulan September. Setelah berakhirnya dua kegiatan tersebut sampailah kita pada rapat evaluasi ini yang tujuannya untuk memperbaiki segala sesuatu kekurangan dari kegiatan yang telah dijalankan.

Sementara itu Kabalar mengawali pemaparan dan menyampaikan Rumah Peradaban harus dimulai dengan penelitian yang memadai sebagai bahan informasi. Penelitian dimaksud tidak terikat pada jangka waktu tertentu, apabila nilai-nilai penting (pluralisme dan multikulturalisme, nilai pembentuk karakter ke-Indonesiaan, budaya maritim, silang budaya antar bangsa, penguatan kebangsaan dan wawasan nusantara di perbatasan) pada penelitian tersebut sudah terungkap maka sudah bisa dilakukan Rumah Peradaban di daerah tersebut.

Rumah Peradaban tahun 2021 tetap akan dilaksanakan di Paluta bekerja sama dengan Pemerintah Daerah, disana kita memberikan stimulus kepada Pemda agar ke depannya mereka bisa melakukan kegiatan serupa secara mandiri, maka perlu dilakukan persiapan mulai tahun ini agar kegiatan dapat dilakukan di awal tahun, salah satunya adalah buku pengayaan Bahal 1, Bahal 2 dan Bahal 3, dan alat peraga.

Evaluasi yang kita peroleh dari kegiatan Samosir adalah:  pertama, sebaiknya undangan yang diberikan harus dituliskan secara detail mengenai kriteria guru yang diundang, misalnya guru bidang social, tidak hanya guru saja. Kedua, narasumber perlu menyesuaikan cara penyampaian dan konten materi yang dipaparkan agar lebih mudah diserap oleh para peserta Ketiga, perlu adanya evaluasi yang dilakukan setelah hari H di lokasi kegiatan terkait buku pengayaan yang dibagikan apakah sudah diterima dan apakah buku tersebut dapat dipahami para siswa, dapat dilakukan dalam bentuk pembagian kuisioner. Keempat, sebaiknya kaos yang dibuat memiliki warna lebih cerah agar terlihat lebih menonjol karena jumlah peserta yang sedikit Kelima, diharapkan ada inovasi dalam Rumah Peradaban seperti kunjungan situs secara virtual, membuat film pendek objek arkeologis dan masyarakatnya, bahan pameran, kerja sama dengan stakeholder, kegiatan lain seperti perlombaan, rekonstruksi tembikar.

Kegiatan Rumah Peradaban yang kita lakukan sudah mencakup buku pengayaan, alat peraga, pameran arkeologi, film, sosialisasi/penyuluhan. Sementara kegiatan yang diharapkan ada di dalam Rumah Peradaban adalah fieldschool siswa/masyarakat, buku pengayaan, alat peraga, workshop dan seminar, pameran, film dokumenter, sosialisasi, FGD, penyuluhan, ataupun aplikasi. Diharapkan tahun depan kita bisa melakukan beberapa kegiatan dalam 2 hari, misalnya hari pertama pemutaran film atau pameran, lalu esoknya dilanjutkan dengan FGD atau seminar.

Kemudian narasumber kedua, ketua tim RP Samosir dalam paparannya menyampaikan Rumah Peradaban tahun sebelumnya dilakukan lebih bervariasi dan dapat berinteraksi langsung dengan siswa sehingga lebih banyak peserta yang diundang, sedangkan tahun ini ada perubahan karena menyesuaikan dengan protokol kesehatan, yaitu dilakukan dengan penyampaian kepada guru. Inovasi kegiatan Rumah Peradaban kali ini adalah disiarkan melalui youtube sehingga harapannya dapat disaksikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

Evaluasi pertama, desain banner harus lebih disesuaikan dengan sasaran peserta dewasa dan anak-anak, kedua, para panitia harus konsisten dalam menerapkan protocol kesehatan pencegahan covid-19 selama perjalanan dan di lokasi kegiatan dan ketiga, perlu adanya evaluasi terkait pembagian buku rumah peradaban dan alat peraga apakah buku dan alat peraga tersebut diterima dengan baik dan tepat watu oleh pihak sekolah.

Selanjutnya narasumber ketiga, ketua tim RP Padang Lawas Utara menyampaikan Prapelaksanaan kegiatan terdiri atas :

  1. Rapat rencana kegiatan;
  2. Pembuatan alat peraga;
  3. Rapat koordinasi dengan dinas dan hotel;
  4. Penetapan narasumber.

Pelaksanaan kegiatan terdiri atas :

  1. Penerapan protokol kesehatan;
  2. Pembagian alat peraga;
  3. Narasumber oleh empat orang;
  4. 28 Guru SD dan SMP dari 13 kecamatan di Paluta;
  5. Siaran langsung di youtube

Dari kegiatan tersebut beberpa hal yang perlu dievaluasi diantaranya :

  1. Pengiriman buku yang telah diserahkan ke kantor POS, namun kantor POS malah menyerahkan kepada Dinas Pendidikan, sehingga guru harus mengambil sendiri di Dinas Pendidikan;
  2. Streaming di youtube perlu dibuatkan flyernya agar dapat diinfokan ke banyak orang sebelum hari pelaksanaan;
  3. Perlu sosialisasi penggunaan barcode yang ditempelkan di alat peraga;
  4. Perlu disiapkan kuisioner tentang pelaksanaan kegiatan yang akan dibagikan kepada peserta;
  5. Perlu adanya pameran mini seperti banner dan benda arkeologi yang dipajang di area kegiatan;
  6. Perlu adanya moderator diskusi;
  7. Perlu adanya sertifikat untuk peserta kegiatan

Kemudian ketua tim mengusulkan

  1. RP 2021 tetap dilakukan di Paluta;
  2. Memasukkan sejarah panai menjadi muatan lokal di sekolah;
  3. Melakukan sosialisasi sejarah panai bagi dinas Kebudayaan Padang Lawas.

Setelah pemaparan dari ketiga narasumber selesai, kemudian kegiatan dilanjutkan dengan diskusi yang melibatkan seluruh peserta, tujuannya untuk dapat memberikan masukan berupa keritik dan saran yang membangun guna kemajuan dan kesuksesan atas penyelenggaraan rumah peradaban dimasa yang akan datang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *