Evaluasi Hasil Penelitian Arkeologi Balar Sumut Tahun 2019 digelar di Samosir

Hits: 85

Balai Arkeologi Sumatera Utara menyelenggarakan Rapat Evaluasi Hasil Penelitian Arkeologi (EHPA) Tahun 2019 pada tanggal 14 s.d. 15 November 2019 di Saulina Resort, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Evaluasi Hasil Penelitian Arkeologi (EHPA) Tahun 2019 diikuti oleh berbagai unsur yang ada di Balai Arkeologi Sumatera Utara, meliputi Kepala Balai Arkeologi Sumatera Utara Dr. Ketut Wiradnyana, M.Si, Kepala Sub. Bagian Tata Usaha Dra.Hj. Nurlela, M.AP, Fungsional Peneliti dan staf administrasi Balai Arkeologi Sumatera Utara. Acara tersebut dihadiri oleh Bapak Bambang Sakti Wiku Atmojo selaku Kepala BPCB Aceh, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan Dan Olahraga Kabupaten Samosir, perwakilan SKPD bidang Kebudayaan dari Aceh Besar, Rokan Hulu, Padanglawas, Tapanuki Tengah. Pada kesempatan ini hadir juga Ketua IAAI Sumut-Aceh Drs. Lucas Partanda Koestoro, DEA, Dosen Jurusan Biologi Universitas Negeri Medan, Dosen Jurusan Teknik Geologi Institut Teknologi Medan, Dosen Teknik Kimia Univesitas Sumatera Utara, serta Pemerhati Budaya Thompson Hs, dan para  tamu undangan lintas instansi di Sumatera Utara.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa. Selanjutnya, Andri Restiyadi, MA, selaku Ketua Panitia menyampaikan laporan panitia kegiatan. Pada laporannya, beliau menyampaikan bahwa Evaluasi Hasil Penelitian Arkeologi tahun 2019 merupakan salah satu program Balai Arkeologi Sumatera Utara yang ditujukan untuk menyampaikan hasil-hasil penelitian tahun 2019 yang telah dilakukan oleh para peneliti di Balarsumut. Sebanyak 11 hasil penelitian akan dipaparkan dan dievaluasi pada kegiatan ini.

Acara ini secara resmi dibuka oleh Dr. Ketut Wiradnyana, M.Si selaku Kepala Balai Arkeologi Sumatera Utar. Pada sambutannya, Beliau menyampaikan terimakasih kepada para tamu undangan yang menghadiri kegiatan ini. Beliau menyampaikan juga bahwa pembahasan kegiatan EHPA sendiri secara detail sudah dipaparkan dalam rapat internal di kantor namun pada kesempatan ini akan dibahas kembali terkait makalah tersebut, namun mengingat waktu yang diberikan panitia tidak banyak maka diharapkan dalam penyamapian makalahnya lebih pada penyampaian poin-poin inti dari makalah yang dipaparkan dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, mudah-mudahan kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar.

Adapun pemaparan makalah diawali oleh Kabalar Dr. Ketut Wiradnyana, M.Si, menyampaikan makalahnya yang berjudul “Austronesia di Indonesia Bagian Barat (kajian budaya Austronesia prasejarah di wilayah Budaya Gayo)” Tahun 2019, selanjutnya pemaparan kedua oleh Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan Dan Olahraga Kabupaten Samosir, Tetti Naibaho. Dilanjutkan pemaparan makalah oleh peneliti Balar Sumut diantaranya, Dyah Hidayati, SS dengan judul penelitian arkeologi di “Pulau-Pulau terdepan bagian barat Sumatera Utara (Pulau-Pulau Batu Nias Selatan)”, Ery Soedewo, SS. M.Hum dengan judul “Penelitian Arkeologi Perniagaan Maritim di Teluk Aru, Langkat Sumatera Utara, dan Stanov Purnawibowo, MA  dengan judul “Survey Arkeologi di bagian utara Pulau Bintan, Kabupaten Bintan. Provinsi Kepulauan Riau” dengan moderator Drs. Lucas Partanda Koestoro, DEA.

Sesi selanjutnya pemaparan oleh Nenggih Susilowati, SS. M.I.Kom dengan judul “Mencari Jejak Hunian Prasejarah di sekitar Tepian Danau Singkarak-Solok, Sumatera Barat”, Taufiqurrahman Setiawan,  MA dengan judul “Pesisir Barat  Aceh dalam Konteks Budaya masa Prasejarah di Sumatera bagian Utara”, Churmatin Nasoichah, S. Hum dengan judul  “Konteks Penguburan Kompleks Makam Sutan Nasinok Harahap dan Sebaran Makam Kuna Batak Angkola-Mandailing di Kabupaten Padang Lawas Utara”, dan satu penelitian mandiri berjudul “Unsur Ekstrinsik dan Unsur Intrinsik Pustaha Laklak Poda Ni Tabas serta Kaitannya dengan Konsep Pemukiman Masyarakat Batak Mandailing”. Drs. Yance, M. Si  dengan judul “Menelusuri Jejak Budaya Batak Toba Masa Lalu di Pulau Samosir dan sekitarnya dalam Upaya Penguatan Identitas”, Repelita Wahyu Oetomo, SS  dengan judul “Penelitian Arkeologi Kampung Lamo, Rambahan, Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat”, dan Andri Restiyadi, MA  dengan judul “Lansekap Bangunan Suci Biara Sangkilon, Kawasan Kepurbakalaan Padang Lawas bagian Selatan ” dengan moderator Drs. Lucas Partanda Koestoro, DEA.

Evaluasi Hasil Penelitian Arkeologi (EHPA) merupakan tempat dimana peneliti mempresentasikan makalah dari hasil kegiatan penelitian yang sudah dijalankan, melalui mekanisme ini juga bagian dari penyebarluasan informasi dengan tujuan memberikan pemahaman atas apa yang disampaikan kepada audiens (peserta dan tamu undangan). Kegiatan ini juga diasumsikan mampu menjadi ajang tukar gagasan meski dalam lingkup  terbatas, selain itu kegiatan ini juga diharapkan  menjadi ruang diskusi reguler bagi arkeolog dan stakeholder pemangku kepentingan dalam bidang sejarah dan budaya karena  Evaluasi Hasil Penelitian Arkeologi sejatinya ditujukan menjadi rumah perenungan bersama yang diharapkan mampu memberikan pemikiran-pemikiran terbaik dalam penyelesaian masalah untuk memajukan penelitian arkeologi di Indonesia.

Berikut beberapa rekaman kegiatan  Evaluasi Hasil Penelitian Arkeologi (EHPA) Balai Arkeologi Sumatera Utara  tahun 2019 yang berlangsung di Saulina Resort, Kabupaten Samosir pada tanggal 14-15 November 2019.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *