Menu Tutup

Dampak Pandemi Virus Corona, Prakerin Siswa SMK N 1 Huragi Diakhiri Lebih Awal

Hits: 714

Sejak dampak pandemi Corona Virus Disease (COVID-19) merambah dunia pendidikan di Indonesia, aktivitas belajar-mengajar di seluruh nusantara sementara diliburkan. Hal serupa juga sudah dilakukan oleh berbagai negara yang terpapar virus covid-19 ini, bahkan di berbagai negara lain kebijakan lockdown dan karantina dilakukan sebagai upaya mengurangi interaksi banyak orang yang dapat memberi akses pada penyebaran virus tersebut. Kebijakan meliburkan sekolah sementara ini dirasa sudah cukup tepat karena kebijakan yang diambil pemerintah pusat hingga daerah sebagai upaya mencegah meluasnya penyebaran virus corona di Indonesia.

Secara langsung dampak pandemi virus corona juga berimbas pada kegiatan siswa SMK Negeri 1 Huta Raja Tinggi yang berjumlah enam orang siswa yang sedang melaksanakan Praktek Kerja Industri (Prakerin) di Balai Arkeologi Sumatera Utara yang berlangsung sejak 13 Januari 2020 yang sedianya akan berakhir pada 13 April 2020, namun dengan adanya wabah ini, kegiatan prakerin diberhentikan lebih awal dari jadwal semula.

Keputusan ini diambil oleh pihak sekolah dengan mengirimkan perwakilannya melalui Benri Pakpahan, S.Pd selaku Ketua Program Studi Sekolah berkoordinasi dengan Balai Arkeologi Sumatera Utara melalui Kabalar Dr. Ketut Wiradnyana, M.Si untuk segera mengakhiri kegiatan prakerin yang sedang berlangsung. Keputusan ini diambil sebagai langkah yang tepat guna menyelamatkan anak didik dari pandemi virus corona.

Sejauh ini kegiatan prakerin sudah berjalan selama dua bulan lebih, yang mana dirasa sudah cukup untuk memenuhi kewajiban dari sekolahnya untuk menjalankan prakerin. Terkait mengenai laporan prakerin yang belum diselesaikan, kamipun memakluminya dan bisa kapan saja mengirimkan laporan tersebut pada instansi sebagai bukti tertulis dari kegiatan prakerin yang dilaksanakan di Balai Arkeologi Sumatera Utara.

Selain menyudahi kegiatan prakerin, instansi Balai Arkeologi Sumatera Utara sendiri saat ini sudah memberlakukan Work From Home (WFH) atau menerapkan kebijakan bekerja dari rumah yang terhitung mulai dari tanggal 19 s.d 31  Maret 2020. Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut surat edaran dari Puslit Arkenas pada tanggal 18 Maret 2020 perihal Prosedur bagi Pegawai yang Bekerja dari Rumah terkait Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19) di Indonesia khususnya di Balai Arkeologi Sumatera Utara yang berada di wilayah Sumatera Utara.

Kebijakan ini kiranya dapat dijalankan dengan baik, mengingat wabah ini memberikan dampak buruk bagi kesehatan dan keselamatan. Maka dari itu segala aktivitas lebih baik dilakukan di dalam rumah, kurangi aktivitas di luar rumah, istirahat yang cukup, perbanyak minum air putih, asupan yang cukup gizi dan vitamin untuk memperkuat daya tahan tubuh dan diimbangi dengan olahraga.

Mari kita jaga kebersihan dan kesehatan agar terhidar dari wabah virus corona dan jangan lupa berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar kiranya  kita, keluarga kita, saudara kita dan seluruh rakyat Indonesia diberi kesehatan, keselamatan dan dijauhkan dari wabah virus corona. Mudah-mudahan wabah ini segera berakhir agar kita dapat beraktifitas normal seperti sediakala.

 

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *