Belajar Arkeologi, Siswa SD Kunjungi Balar Sumut

Hits: 61

Balai Arkeologi Sumatera Utara menerima kunjungan siswa SD Tunas Harapan Mandiri sebanyak 80 siswa kelas 3, 4, dan 5 serta tiga guru pendamping pada Selasa, 12 November 2019. Kunjungan ke Balar Sumut dalam rangka kegitan pembelajaran di luar kelas yang merupakan program sekolah tersebut dan kegiatan ini juga diliput oleh stasiun televisi lokal DAAI TV Medan.

Kegiatan ini diawali pembukaan oleh Kasubbag TU Ibu Nurlela mengatakan selamat datang di Balai Arkeologi Sumatera Utara para siswa dan guru pendamping yang melakukan kunjungan ke kantor kami, instansi ini mempunyai tugas melaksanakan penelitian, terkait tugas pokoknya adalah untuk melakukan penelitian dan pengembangan arkeologi di wilayah kerjanya masing-masing serta memaparkan hasil-hasil penelitiannya kepada masyarakat, maka dari itu rasanya pas sekali kami sebagai ASN tugasnya melayani masyarakat dan memberi pengetahuan terkait arkeologi kepada para siswa, mengenai kegiatan selanjutnya kami serahkan pada Bapak Taufik, imbuh Ibu Nurlela.

Dalam kesempatan ini Balai Arkeologi Sumatera Utara diwakili peneliti mudanya Bapak Taufiqurrahman Setiawan  menjelaskan secara sederhana terkait  tujuan Balai Arkeologi berdiri adalah untuk melakukan penelitian terkait benda/tinggalan masa lalu dan mengungkapkan hasil penelitiannya kepada masyarakat. Khusus untuk pelajar, hasil penelitian ini ada yg berupa terbitan berseri yang dikemas dalam cerita bergambar seperti yang tercetak dalam buku mengenal budaya Batak Toba, poros Kota Cina-Kota Rentang, Orang Gayo dimasa lalu, dan Dharmasraya dan tinggalan masalalunya, di dalam buku ini memuat cerita aktifitas kehidupan masa lalu yang dilengkapi dengan gambar dan tentunya menarik untuk dibaca, bagi adek-adek yang ingin membaca buku ini dapat mengunjungi perpustakaan sekolah, karena kami akan menghibahkan buku ini ke pihak sekolah sebagai tambahan koleksi untuk menambah khazanah baca di sekolah ujar Pak Taufik.

Selain penjelasan terkait sejarah dan arkeologi kegiatan ini juga menyuguhkan pemutaran film bertema arkeologi dan budaya seperti pemutaran film pustaha lak-lak dan pemutaran kegiatan rumah peradaban, dimana dalam pemutaran kegiatan rumah peradaban banyak berinteaksi dengan masyarakat dan pelajar, karena kegiatan ini merupakan upaya untuk mendekatkan arkeologi dengan masyarakat.

Mengingat peserta yang masih duduk di bangku SD maka kegiatan selanjutnya di isi dengan permainan menyusun puzzle, yang  merupakan sebuah permainan menyusun potongan – potongan gambar yang nantinya akan menjadi sebuah gambar yang utuh, namun yang berbeda puzzle disini adalah berupa priuk yang terbuat dari tanah liat yang sudah dipecahkan dan disusun kembali menggunakan lem agar menjadi sebuah priuk yang utuh. Secara tidak langsung kegiatan ini merupakan sarana edukasi bagian kecil dari proses penanganan temuan yang dilakukan dalam penelitian apabila mendapati potongan gerabah dikumpulkan dan disatukan kembali dengan potongan yang lain. suasana ini semakin membuat anak-anak semangat dan berlomba-lomba untuk menjadi yang yang tercepat dalam menyusun priuk tersebut.

Adapun tujuan dari kegiatan ini merupakan sebagai sarana edukasi dan pemasyarakatan hasil penelitian arkeologi untuk memberikan pemahaman tentang sejarah kepada siswa dan nilai-nilai budaya masa lampau dalam upaya memahami budaya, pemberian materi arkeologi sejak dini diharapkan siswa dapat memahami kearifan dari sebuah kebudayaan serta menjaga dan mempertahankannya untuk masa depan sebagai wujud regenerasi pelaku kebudayaan bangsa ini. Dengan begitu lahirlah generasi bangsa yang siap untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya nenek moyang di nusantara kita.

Berikut ketika kegiatan belajar arkeologi berlangsung di Balai Arkeologi Sumatera Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *