25 Tahun Balai Arkeologi Sumatera Utara: Jejak Arkeologi Sumatera Bagian Utara

Hits: 47

Tanpa terasa Balai Arkeologi (Medan) Sumatera Utara telah memasuki usianya yang ke-25 tahun. Sejak berdiri pada tahun 9 Juli 1993 dan beroperasi tahun 1994, Balarsumut merupakan ujung tombak penelitian arkeolofi di wilayah Sumatera bagian Utara (Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau). Pada usia perak ini belum seluruh wilayah kerja dapat terjajaki. Berbagai faktor keterbatasan yang dimiliki oleh Balarsumut dalam menjalankan tugas dan fungsinya tentunya menjadi salah satu hambatan. Namun demikian, keterbatasan tersebut tidak menjadikan Balarsumut tidak bekerja dengan optimal. Berbagai kebijakan yang dilakukan untuk tetap dapat menggali potensi arkeologi di wilayah yang sangat strategis untuk menemukan mata rantai peradaban masa lalu di Indonesia bagian Barat dan hubungannya dengan Asia Tenggara Daratan dan Kepulauan, Asia, Afrika, dan Eropa. Buku “25 Tahun Balai Arkeologi Sumatera Utara: Jejak Arkeologi Sumatera bagian Utara” ini merupakan rangkuman hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Balarsumur selama 25 tahun terhitung mulai tahun 1994 hingga 2018. Harapannya hasil penelitian balarsumut dapat disebarluaskan kepada masyarakat dan menunjukkan apa yang telah diberikan oleh Balarsumur untuk mengisi informasi kearkeologian dalam khasanah arkeologi nasional, regional, dan intenasional. Selain itu, buku ini juga diharapkan dapat dijadikan pedoman menentukan kebijakan dan penelitian Balarsumut dalam menapaki jalan menuju “umur emas” 50 tahun dan sebagai bentuk pertanggungjawaban hasil kerja.