Menu Tutup

Yayasan Pecinta Danau Toba Diskusikan Tinggalan Budaya Batak Dan Sisingamangaraja Di Balar Sumut

Hits: 9

Balai Arkeologi Sumatera Utara menerima kunjungan Bapak Jhohannes Marbun dari Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) dan Thomson Hs (PLoT) untuk bertemu dengan Bapak I Ketut Wiradnyana (Kepala Balai Arkeologi Sumatera Utara) didampingi oleh Bapak Taufiqurahman (Peneliti Arkeologi) di Kantor Balar Sumut, Medan pada Kamis (20/12/2018) siang. Pada saat bersamaan hadir pula Bapak Johnny Siahaan (Fotografer/Pengurus YPDT Perwakilan Sumut) dan Bapak Jim Siahaan (Pemerhati Budaya) dan banyak membincangkan tentang masa depan kebudayaan Batak dan peninggalan Sisingamangaraja.

Dalam hal ini Balar Sumut sangat mendukung upaya-upaya pemajuan kebudayaan di wilayah Sumatera Utara dan bersedia menggunakan kantor Balar Sumut beserta fasilitas yang dimiliki untuk tempat berdiskusi dan bahkan mendorong kegiatan penulisan buku mengenai data maupun informasi kebudayaan Batak. Menjawab tantangan tersebut, segera akan disusun topik dan serial diskusi, serta merealisasikannya pada tahun 2019 yang akan datang. Pertemuan tersebut menindaklanjuti kegiatan Seminar Kebudayaan tentang Kebijakan Pemajuan Kebudayaan dan Pelestari Warisan Budaya pada tanggal 18 Desember 2018 lalu di Bakara, Kecamatan Baktiraja yang diselenggarakan oleh Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) melalui kegiatan Gerakan Cinta Danau Toba (GCDT) IV Tahun 2018 yang dipusatkan di Bakara. Seusai pertemuan sempat pula bertemu dengan Rekan-Rekan Arkeolog, Alumni UGM yang mengabdikan diri di Balar tersebut. Diantaranya (Ki-Ka) Taufiqurahman, Defri Elias Simatupang, Jhohannes Marbun, Stanov Purnawibowo, dan Andri Restiyadi.

Berikut ketika tamu dari Yayasan Pencinta Danau Toba berdiskusi dengan Kabalarsumut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *