Menu Tutup

Temu Ilmiah Arkeologi di Balai Arkeologi Sumatera Utara

Hits: 12

Balai Arkeologi Sumatera Utara adakan Temu Ilmiah Arkeologi. Pertemuan ini dihadiri oleh seluruh staf Balai Arkeologi Sumatera Utara. Dimana pertemuan ini membahas serta mendiskusikan rancangan penelitian (research design) yang akan dilakukan untuk periode tahun ini, terutama dalam membuat karya ilmiah. Pertemuan ini menghadirkan narasumber Prof. Wayan Ardika, beliau merupakan Professor Guru Besar Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana, Bali.

Dalam kesempatan ini beliau menyampaikan beberpa hal yang perlu dicermati dalam rancangan penelitian yaitu kita harus pertanyakan masalah apa yang akan kita kaji, dan masalah itu perlu kita identifikasi. Penelitian perlu dilakukan bila terdapat masalah, kesenjangan antara realita dengan yang kita pikirkan atau pertanyakan, tiap penelitian harus ada laporan, kita harus report apa yang telah kita temukan dari penelitian kita sehingga masyarakat mengetahui informasi yang kita dapatkan. Selain itu hal yang harus ada di dalam penelitian diantaranya :
• apa yang kita teliti ?
• Kenapa kita meneliti hal tersebut ?
• Dimana penelitian tersebut berlangsung ?
• Data apa yang dibutuhkan ?
• Dimana kita bisa menemukan data tersebut ?
• Kapan periode yang akan diteliti ?
• Sample design akan diapakan atau seperti apa ?
• Bagaimana teknik pengumpulan datanya ?
• Bagaimana analisis datanya ?
• Dan bagaimana bentuk laporan yang akan dibuat ?

Selain itu kita perlu mereview penelitian dari teori terdahulu lalu membuat hipotesa dari hasil review tersebut. Report atau laporan penelitian menjadi sangat penting karena itu merupakan bentuk tanggungjawab kita kepada publik. Dalam penelitian kuantitatif harus ada pengukuran dan value free, sementara yang kualitatif ada pembelaan kepada subyek yang diteliti. Dalam laporan harus ada IMRAD (kata pengantar/intro, metode, resource, discussion), fungsi judul adalah memberikan info kepada pembaca tentang apa yang kita teliti/bahas dalam tulisan. Jangan gunakan singkatan dalam judul, namun tidak lebih dari 12 kata, sederhana tapi mencerminkan ide pokok dari tulisan. Abstrak harus bersifat akurat, tepat, menggambarkan seluruh konten tulisan dan tujuan penulisan/penelitian. Abstrak harus lebih pada laporan, bukan evaluasi/wawasan, jangan menyatakan hal yang tidak ada dalam naskah tersebut dan tidak perlu menyebutkan literatur.

Itulah beberapa pembahasan dari temu ilmiah arkeologi yang berlangsung di Balai Arkeologi Sumatera Utara. Adapun tujuan dari pertemuan ini adalah untuk menghasilkan penelitian yang sesuai dengan standar penelitian dan hasilnya akan di tuangkan dalam sebuah laporan karya ilmiah. Melalui forum ini diharapkan penelitian di Balai Arkeologi Sumatera Utara dapat semakin baik dan dapat bermanfaat untuk masyarakat luas.